Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 01 Agu 2018 19:40 WIB

Alasan Jonan Dukung Pengembangan Mobil Listrik

Selfie Miftahul Jannah - detikFinance
Mobil Listrik (Foto: Dana Aditiasari) Mobil Listrik (Foto: Dana Aditiasari)
Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mendukung penuh penggunaan mobil listrik di Indonesia. Ia menjelaskan langkah ini merupakan salah satu cara untuk mendukung ketahanan energi nasional.

"Mobil listrik ini menurut saya suatu keharusan, kenapa? Apapun juga kebijakan ketahanan energi nasional itu adalah kita berusaha semaksimal mungkin energi yang digunakan di dalam negeri harus berasal dari domestik, sehingga mengurangi impor," kata Jonan kepada detikFinance dalam acara Blak-blakan, di Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, seperti ditulis Rabu (1/8/2018).


Saat ini konsumsi bahan bakar minyak (BBM) nasional kata Jonan mencapai 1,4 juta barel per hari (bph) sementara produksi minyak nasional hanya 800.000 bph. Untuk mencukupi konsumsi BBM, maka sisanya diimpor.

"Kalau ini dibiarkan tidak pakai mobil listrik ya mungkin 15 tahun lagi konsumsinya bukan 1,3-1,4 juta barel tapi bisa 2 juta barel. Bisa nggak produksi 800.000 bph ini ditingkatkan jadi sejuta. Jauh lebih sulit kalau saya katakan. Caranya apa? Ya pakai mobil listrik," jelas Jonan.


Maka dari itu ia sangat mendukung pengembangan mobil listrik di Indonesia, karena sumber bahan bakar untuk listrik jauh lebih banyak dan bisa didapatkan dengan mudah di dalam negeri.

"Nah terus nanti anda bilang listriknya dari mana pak? Lho energi listrik kan dari batu bara dalam negeri, geothermal dalam negeri, gas dalam negeri, angin dalam negeri, air dalam negeri, matahari dalam negeri, biomassa mayoritas dalam negeri. Jadi ini meningkatkan ketahanan energi nasional supaya rupiahnya tidak terombang-ambing," kata dia. (ara/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed