Follow detikFinance
Jumat, 03 Agu 2018 17:35 WIB

Segini Produksi Gas Blok Brantas yang Kembali Digarap Lapindo

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Foto: Michael Agustinus Foto: Michael Agustinus
Jakarta - Lapindo Brantas Inc bersama PT Prakarsa Brantas dan PT Minarak Brantas Gas mendapat perpanjangan kontrak untuk mengelola wilayah kerja (WK) Brantas. Lapindo mendapat kontrak selama 20 tahun terhitung 23 April 2020.

Presiden Direktur Lapindo Brantas Inc Faruq Adi Nugraho mengatakan, dengan kontrak tersebut pihaknya akan mendorong produksi gas di Blok Brantas. Saat ini, kata dia, produksinya 20 hingga 25 million standard cubic feet per day (MMSCD). Dia menambahkan, produksinya akan terus naik sampai 30-35 MMSCFD di akhir tahun.

"Saat ini produksi kita di kisaran 20-25. Target kami akhir tahun ini meningkat di 30-35," kata dia di Kementerian ESDM Jakarta, Jumat (3/8/2018).
Selanjutnya, produksi gas itu akan naik menjadi 100 MMSCFD pada tahun 2022-2023. Lima tahun sejak perpanjangan kontrak, produksi gas akan dipacu hingga 150 MMSCFD.

"Menurut rencana kami, kita akan semakin meningkat sampai 100 di tahun 2022-2023. Lima tahun sejak perpanjangan mungkin 150 MMSCFD kita capai. Insya allah kita berkontribusi cukup baik di wilayah timur sampai Jateng dan seterusnya," jelasnya.
Untuk diketahui, pada kontrak ini pemerintah menerima bonus tanda tangan sebanyak US$ 1 juta atau setara Rp 13,4 miliar. Kemudian, komitmen kerja pasti 5 tahun pertama US$ 115 juta atau Rp 1,5 triliun.

"Dapat kami laporkan bahwa komitmen pasti US$ 115 juta akan dilakukan ekplorasi WK Lapindo Bratas yang belum sempat dilakukan seismik pengeboran terutama di daerah offshore," kata Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Djoko Siswanto. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed