Juru Bicara PTFI Riza Pratama menerangkan, Freeport sudah memiliki satu smelter di Gresik. Smelter yang beroperasi sejak tahun 1998 ini mengolah 40% hasil tambang Freeport.
"Yang pertama 40% dari semua konsentrat kita, kedua (yang akan dibangun) 60% sisanya," kata dia di Menara Batavia Jakarta, Rabu (8/8/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Riza mengatakan, jika Freeport membangun berdekatan dengan smelter yang beroperasi saat ini maka investasi yang dikucurkan sekitar US$ 2,5 miliar. Sementara, jika bekerja sama dengan Amman Mineral dirinya belum bisa membeberkan besarnya biaya investasi.
"Berkisar US$ 2,5 miliar di Gresik, (smelter) keduanya lah istilahnya," ungkapnya.
Freeport, kata dia, berkomitmen untuk membangun smelter tersebut. Smelter kedua ini ditargetkan rampung pada 2022 nanti.
Dia mengatakan, Freeport akan membangun smelter tersebut jika poin-poin dalam negosiasi pemerintah dengan Freeport rampung seutuhnya. Perihal kapan negosiasi itu rampung, Riza menyerahkannya pada pemerintah.
"Memang kemarin 12 Juli Freeport dan Inalum menandatangani HoA perjanjian pokok-pokok, itu sudah jelas. Masih ada detil-detil yang dikerjakan sekarang. Nah itu kan proses, kita nggak bilang target. Saya nggak mau mendahului pemerintah," tutupnya. (zlf/zlf)











































