"Kebutuhan energi gas ESM ini selanjutnya akan meningkat hingga 3,6 MMSCFD dalam kurun waktu dua bulan mendatang. Penggunaan LNG nantinya lebih berkembang seiring perkembangan industri di Dumai yang membutuhkan energi gas dan memberi keuntungan efisiensi biaya jika dibandingkan dengan sebelumnya," tutur President Director PTGN, Linda Sunarti dalam keterangan pers tertulisnya, Rabu (29/8/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Linda menjelaskan, pemanfaatan LNG melalui isotank dilakukan oleh PTGN untuk menjembatani kebutuhan energi gas bagi industri yang wilayahnya belum terjangkau oleh infrastruktur pipa gas. Hal itu dilakukan sembari menunggu selesainya pembangunan pipa transmisi yang dibangun PT Pertamina (Persero) yang ditargetkan selesai akhir 2018.
Pemanfaatan LNG isotank oleh PTGN sebelumnya telah dilakukan untuk memenuhi kebutuhan industri di Sumatera Utara, Kalimantan Timur serta Ambon maupun pembangkit listrik PLN di PLTG Sambera, Kutai Kartanegara. (mul/ega)











































