Selamatkan Rupiah, Pemerintah Tunda Proyek Kelistrikan 15.200 MW

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 04 Sep 2018 19:47 WIB
Foto: Ari Saputra
Jakarta - Pemerintah melakukan sejumlah upaya untuk menahan pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Untuk sektor energi dan sumber daya mineral (ESDM), pemerintah memutuskan untuk memangkas target kelistrikan 35.000 megawatt (MW) demi mengurangi impor.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan, pemerintah akan menunda proyek kelistrikan dengan kapasitas 15.200 MW atau sebesar 15,2 giga watt (GW).

"Proyek kelistrikan ini yang dari 35.000 MW direncanakan itu yang belum mencapai financial close dan digeser ke tahun berikutnya 15,2 GW, 15.200 MW," ujarnya di Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Selasa malam (4/9/2018).


Namun, Jonan menegaskan, itu bukan dibatalkan. Jonan mengatakan, pelaksanaan hanya ditunda.

"Memang 15,2 GW selesai 2019, sekarang ditunda ada yang ditunda 2021 sampai 2026. Jadi digeser sesuai kebutuhan, tapi bukan dibatalkan," ungkapnya.


Jonan mengatakan, meski menunda sejumlah proyek namun target rasio elektrifikasi tetap bakal tercapai.

"Jadi rasio tetap, kalau misal hari ini 97,13% sekitar itu mungkin akhir tahun 97,7% pasti tercapai tahun depan 99%," tutupnya. (ara/ara)