Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 09 Sep 2018 20:02 WIB

Penuhi Kebutuhan Dalam Negeri, Segini Jumlah Impor Minyak RI

Achmad Dwiafriyadi - detikFinance
Foto: Grandyos Zafna Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Indonesia tidak hanya mengandalkan produksi minyak dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar minyak (BBM), tapi juga impor. Lantas, berapa jumlah impornya?

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar mengatakan, kebutuhan BBM dalam negeri sebesar 1,3 juta barel per hari (bopd) di tahun 2017. Lanjutnya, kebutuhan BBM itu dipenuhi dari produksi minyak mentah dalam negeri, impor minyak mentah, dan impor BBM.

Jelas Arcandra, untuk produksi minyak mentah sebanyak 525 ribu bopd atau sekitar 59% berasal dari dalam negeri. Minyak mentah dari impor sendiri sebesar 360 ribu bopd atau mengambil porsi 41%. Secara total, jumlah minyak mentah yang diproduksi mencapai 885 ribu barel bopd.


Namun, minyak mentah ini tak semuanya menjadi BBM. Menurut Arcandra, setelah masuk kilang, minyak mentah yang menjadi BBM sebesar 680 ribu bopd.

"Nah, dari kilang ini apakah 885 ribu bopd akan menghasilkan semuanya produk yang punya valuenya? Enggak, ini menghasilkan sekitar 680 ribu barel produk, produknya gasoline, gasoil, avtur dan lain-lain. Yang punya value di atas harga ICP 680 ribu barel. Kebutuhan kita berapa, kebutuhan kita sehari itu sekitar 1,3 juta barel per hari, kita produksi 680 ribu," terang Arcandra kepada detikFinance dalam acara Blak-blakan di Kementerian ESDM, Jumat (7/9/2018).

Tentu, jumlah BBM yang diproduksi itu masih belum memenuhi kebutuhan BBM nasional sebesar 1,3 juta bopd. Sisanya, kata dia, dipenuhi dari impor BBM atau bukan minyak mentah lagi. Jumlah BBM yang diimpor sendiri sebesar 370 ribu bopd. Selanjutnya, untuk memenuhi pasokan BBM, Indonesia juga memanfaatkan biodiesel atau BBM yang berasal dari sawit sebesar 50 ribu bopd.

"Impor BBM kita 370 ribu bopd. Ini ditambah ini, kemudian 2017 FAME ada, biodiesel dari CPO, ini hanya menyumbang 50 ribu per day. Kalau ditotal jumlahnya 1.100 ribu (1,1 juta) bopd ini yang dihasilkan Pertamina, dari kilang sendiri, dari impor, jadi Pertamina memenuhi 1.100 ribu sisanya siapa? Badan usaha lain non-Pertamina. Sisanya badan usaha lain menyumbang 235 ribu bopd. Jadi kalau kita total kebutuhan kita sehari-hari 1.335 ribu (1,335 juta) bopd," jelas Arcandra.


Dengan demikian, Indonesia masih mengimpor minyak mentah sebesar 360 ribu bopd dan 370 ribu bopd BBM. "Ini neraca kita sehari-hari, kita butuh impor BBM 370 ribu, kita impor crude 360 ribu, imbang antara impor BBM dan crude," tutupnya.


Saksikan juga video 'DPR: Naiknya Harga Pertamax karena Minyak Mentah Dunia Naik!':

[Gambas:Video 20detik]

(dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed