Cari Minyak Butuh Waktu 10 Tahun, Begini Cara Biar Lebih Cepat

Achmad Dwiafriyadi - detikFinance
Minggu, 09 Sep 2018 20:28 WIB
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Pemerintah menyiapkan sejumlah strategi untuk menggenjot produksi minyak nasional. Strategi tersebut terdiri dari strategi jangka panjang, menengah, dan pendek.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar mengatakan, untuk jangka panjang pemerintah mendorong kegiatan eksplorasi. Dia menerangkan, kegiatan eksplorasi di tahun 1970-an memakan waktu sampai 5 tahun. Namun, di tahun 2000-an, pelakasanaan eksplorasi bisa memakan waktu 10-15 tahun.

"Ini bukan dalam rangka mohon maaf tidak menyalahkan siapa-siapa. Dulu tahun 1970-an eksplorasi waktu yang dibutuhkan mendevelop sebuah lapangan dari discovery ini ada minyak atau gasnya menjadi minyak itu kurang dari 5 tahun selesai rata-rata dunia di bawah 5 tahun dari discovery sampai first oil. Sekarang tahun 2000-an sekitar 10-15 tahun prosesnya," jelasnya kepada detikFinance dalam acara Blak-blakan di Kementerian ESDM Jakarta, Jumat (7/9/2018).



Dia melanjutnya, lamanya waktu eksplorasi karena memang penemuan cadangan minyak tidak mudah. Dalam catatannya, tingkat keberhasilan eksplorasi sekitar 20%.

Selain itu, lamanya waktu eksplorasi juga karena banyaknya regulasi. Kementerian ESDM, kata dia, telah memangkas 186 regulasi.

"Dulu kok bisa 5 tahun dari eksplorasi ketemu, sekarang 10-15 tahun salah satunya yang kita tengarai peraturan, peraturan ESDM yang berapa kita, arahan Pak Menteri kita sudah 186 Permen, Kepmen, segala macam kita cut biar 10-15 tahun tadi kita bisa perpendek," terangnya.

Bukan hanya itu, pemerintah juga mewajibkan badan usaha yang mendapat pengelolaan blok terminasi untuk melakukan kegiatan eksplorasi. Dengan begitu, anggaran untuk eksplorasi dari Rp 70 miliar hingga Rp 80 miliar setahun, kini mencapai Rp 23 triliun.

"Kalau setahun dana APBN Rp 70 miliar, maka sekarang punya duit US$ 1,7 billion sekitar Rp 23-22 triliun yang bisa dimanfaatkan untuk kegiatan eksplorasi," ujarnya.



Untuk jangka menengah, Arcandra mengatakan, pemerintah mendorong penerapan teknologi enhanced oil recovery (EOR) atau pengurasan sumur tahap lanjut. Untuk menerapkan teknologi ini, waktu yang diperlukan 7 sampai 10 tahun.

Arcandra melanjutkan, pada jangka pendek dirinya tengah mencari teknologi yang bisa digunakan untuk meningkat produksi lapangan tua. Setiap 3 bulan sekali, Arcandra mengumpulkan pihak-pihak yang berani menawarkan teknologi peningkatan produksi lapangan tua.

"Jadi jangan salah kegiatan eksplorasi butuh 6-10 tahun baru tahun ke-10 dinyatakan ketemu. Berapa lama lagi dari tahun ke-10, 10-15 tahun lagi kalau kegiatan eksplorasi kita dorong sekarang dan berhasil 6-10 tahun lagi, dari 6-10 tahun untuk menjadi gas oil jadi 10-15 tahun. Jadi perbaikan sekarang impact-nya ke anak cucu, bukan sekarang, tapi itu harus dilakukan," jelasnya.



Saksikan juga video 'Keuangan Pertamina Seret, Tapi Harga BBM Kok Terus Ditahan?':

[Gambas:Video 20detik]

(dna/dna)