Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 12 Sep 2018 16:28 WIB

Rini Ancam 'Penggal' Bos PTBA Jika Telat Bangun Pabrik Gasifikasi

Danang Sugianto - detikFinance
Menteri BUMN Rini Soemarno/Foto: Maikel Jefriando Menteri BUMN Rini Soemarno/Foto: Maikel Jefriando
Jakarta - Pemerintah masih mendorong hilirisasi produk pertambangan, khususnya BUMN tambang. Seluruh upaya hilirisasi pertambangan yang sudah matang diminta agar dipercepat realisasinya.

Salah satu BUMN yang akan melakukan upaya hilirisasi adalah PT Bukit Asam Tbk (PTBA) yang hendak melakukan gasifikasi batu bara. Perusahaan pun ditargetkan agar mulai melakukan pembangunan pabrik pengolahan gasifikasi batu bara akhir tahun ini.


Menurut Menteri BUMN Rini Soemarno, hal itu harus segera direalisasikan. Bahkan dia mengancam akan memenggal Direktur Utama PTBA Arviyan Arifin jika meleset dari target yang telah ditetapkan.

"Pak Arviyan sudah janji, kalau sampai akhir tahun belum groundbreaking, tapi harus langsung bangun yah, kalau enggak dipenggal. Sudah mau dia dipenggal, enggak tahu apa yang dipenggal, dipenggal tantiemnya," tuturnya di Energy Building, SCBD, Jakarta, Rabu (12/9/2018).

Proses pembangunan pabrik gasifikasi batu bara PTBA terakhir masih dalam tahap bankable feasibility study. Untuk merealisasikannya PTBA juga membentuk perusahaan patungan dengan PT Pertamina (Persero), PT Pupuk Indonesia (Persero), dan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk.


Menjawab hal itu, Arviyan yakin pada Desember 2018 proses pembangunan pabrik gasifikasi tersebut bisa dilakukan. "Kita jadwalkan sesuai perintah Ibu insya Allah Desember ini," tuturnya.

Gasifikasi batu bara sendiri proses mengubah batu bara muda menjadi syngas. Produk itu bisa diproses menjadi urea untuk pupuk, polypropylene untuk menjadi plastik dan dimetthyl ether sebagai bahan bakar. (das/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com