Follow detikFinance
Rabu, 26 Sep 2018 16:42 WIB

Rapat Pertamina dan DPR soal Impor Minyak Tertutup, Ini Alasannya

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Foto: Achmad Dwi Afriyadi/detikFinance Foto: Achmad Dwi Afriyadi/detikFinance
Jakarta - Rapat Komisi VII dengan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati berlangsung tertutup. Rapat ini membahas realisasi dan rencana impor minyak mentah maupun bahan bakar minyak (BBM) Pertamina.

Vice President Corporate Communication Pertamina Adiatma Sardjito mengatakan, rapat tertutup karena membahas besaran nilai impor. Menurutnya, jika data itu sampai ke publik akan mengganggu Pertamina.


"Tadi tertutup karena ada besaran-besaran jumlah minyak mentah terus kemudian ekspor berapa, impor berapa. Kalau itu jatuh keluar, orang bisa main spekulasi dan kita akan jadi lebih tertekan," kata dia di DPR Jakarta, Rabu (26/9/2018).

Menurut Adiatma data impor itu akan dimanfaatkan oleh pemasok minyak untuk mengerek harga, sehingga harga beli minyak oleh Pertamina semakin tinggi.


"Kalau dia tahu impor berapa, dia bisa pasang harga lebih tinggi dong, kita impornya banyak," tambahnya.

Selanjutnya, Adiatma mengatakan, selain membahas kebutuhan impor rapat ini juga membahas kaitannya dengan nilai tukar.

"Ada dua faktor crude dan kurs dolar, satu sama lain berhubungan, maka dibikin tertutup," katanya. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed