Dirut PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum Budi Gunadi Sadikin menyampaikan secara komposisi saham, Indonesia memang memiliki jumlah lebih besar. Namun dia mengatakan, tiap pengambilan keputusan terkait tambang, Freeport akan tetap dilibatkan.
"Sebenarnya sudah jelas dalam komposisi saham kita lebih, tapi dalam pengambilan keputusan kan kita ajak," katanya di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (28/9/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Artinya bareng-bareng, kita bareng bareng, ya milihnya bareng-bareng. Nggak ada 'saya milih harus terima ya'," sebutnya.
Indonesia tidak ingin mengendalikan sendiri, kata dia itu juga demi kelancaran operasional di tambang Freeport.
"Orang selalu bilang gitu kan, kalau berantem rugi. Jadi kita mau jalan bareng-bareng. Pengalaman di dunia kalau sudah mulai rebut-rebutan gitu habis waktu," tambahnya.
Baca juga: 51% Saham Freeport Resmi Milik Indonesia |
Tonton juga 'Sah! Indonesia Resmi Caplok 51% Saham Freeport':
(ang/ang)











































