Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 29 Sep 2018 18:29 WIB

Ngirit Listrik dan BBM, Semen Indonesia Diganjar Penghargaan Subroto

Raras Prawitaningrum - detikFinance
Foto: Dok. Semen Indonesia Foto: Dok. Semen Indonesia
Jakarta - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. terus berkomitmen melakukan berbagai inovasi di bidang konservasi dan efisiensi energi. Hasilnya, Semen Indonesia berhasil meraih penghargaan Subroto Bidang Efisiensi Energi kategori Manajemen Energi pada Industri dan Bangunan Gedung sub kategori inovasi khusus (special submission) dari Kementerian ESDM.

Penghargaan diserahkan oleh Menteri ESDM Ignasius Jonan didampingi Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar kepada Direktur Utama Semen Indonesia Hendi Prio Santoso di XXI Ballroom Djakarta Theater, Jumat (28/9/2018).

Direktur Utama Semen Indonesia, Hendi Prio Santoso, mengatakan diraihnya penghargaan Subroto merupakan bukti nyata perusahaan yang telah melakukan berbagai inovasi di bidang konservasi dan efisiensi energi, khususnya di Pabrik Tuban.

Hendi mengungkapkan ada beberapa inovasi bidang konservasi dan efisiensi energi yang telah dilakukan perusahaan. Misalnya pemanfaatan biomass dan limbah B3 sebagai bahan bakar alternatif untuk pengganti bahan bakar fosil, Pengoperasian WHRPG (Waste Heat Recovery Power Generation) sebagai pembangkit listrik yang berasal dari panas gas buang sebesar 30 MW.


Lalu inovasi pemakaian batubara rendah kalori (di bawah 4000 kkal) sebagai bahan bakar dan pembangunan Central Coal Storage untuk mengintegrasikan kualitas batubara.

Ada juga modifikasi cyclone SP untuk optimasi pembakaran dan modifikasi peralatan lainnya yang hemat energi. Serta peningkatan produksi Blended Cement melalui material ke-3 untuk mengurangi pemakaian clinker.

"Perseroan juga telah melaksanakan sistem manajemen energi sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM no. 14 tahun 2012 tentang Manajemen Energi. Sejak tahun 2015, perseroan telah memiliki Struktur Organisasi Tim Manajemen Energi yang bertugas untuk melaksanakan program konservasi dan efisiensi energi," jelas Hendi dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (29/9/2018).

"Perseroan juga telah telah memiliki Manajer Energi dan Auditor Energi yang telah tersertifikasi oleh LSP HAKE dan setiap tahun telah melaporkan pemakaian energi ke Kementerian ESDM melalui POME (Pelaporan Online Manajemen Energi)," tambahnya.


Program tersebut membawa hasil baik yakni pada 2017 Semen Indonesia berhasil menurunkan intensitas pemakaian energi panas sebesar 18,8% (baseline tahun 2014). Bahkan Semen Indonesia juga berhasil menurunkan intensitas pemakaian energi listrik sebesar 6,0% (baseline tahun 2014).

Implementasi program efisiensi energi juga berdampak langsung pada penurunan emisi gas CO2. Emisi gas CO2 yang bisa diturunkan hingga tahun 2017 sebesar 9,14% (baseline tahun 2014).

"Keberhasilan meraih penghargaan ini merupakan momentum yang tepat bagi perusahaan untuk lebih berperan aktif dalam menciptakan inovasi di berbagai bidang sehingga perseroan selalu menjadi perusahaan yang unggul dan memiliki daya saing yang tinggi," katanya.

Penghargaan Subroto merupakan bentuk apresiasi dari Kementerian ESDM kepada para stakeholders serta mempromosikan keberhasilan penerapan efisiensi dan konservasi energi yang dimulai sejak 2012. (idr/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed