Bukit Asam dan KAI Bidik Angkut 60 Juta Ton Batu Bara Setahun

Raras Prawitaningrum - detikFinance
Sabtu, 29 Sep 2018 18:36 WIB
Foto: Dok. Bukit Asam
Bandung - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) melakukan kerja sama dalam peningkatan angkutan batu bara kurun waktu 2018-2027. Rencananya, pengembangan kapasitas angkutan batu bara Tanjung Enim Baru-Prajin dan Tanjung Enim Baru-Tarahan (Second Line) akan menambah total kapasitasnya menjadi 60 juta ton per tahun yang direncanakan beroperasi mulai 2023 mendatang.

Kerja sama ini dibuktikan melalui penandatanganan perjanjian bersama mengenai Perjanjian Kerangka Kerjasama (Framework Agreement) Pengembangan Angkutan batu bara Kereta Api Jalur Tanjung Enim Baru-Prajin dan Jalur Tanjung Enim Baru-Tarahan (Second Line), Rencana Jangka Panjang (RJP) Angkutan batu bara 2018-2027, dan Keputusan Bersama Direksi PTBA-PT KAI tentang Tim Bersama Pengembangan Angkutan batu bara dengan Kereta Api Jalur Tanjung Enim Baru-Prajin dan Tanjung Enim Baru-Tarahan (Second Line).

Penandatanganan kerja sama tersebut dilakukan oleh Direktur Utama PTBA Arviyan Arifin dan Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro pada acara perayaan HUT PT KAI yang ke-73 di Pusdiklat PT KAI Bandung, Sabtu (29/9/2018).

"Penandatanganan perjanjian antara PTBA dan PT KAI terkait pengembangan angkutan batu bara menuju target 60 juta ton ini merupakan sebuah momen penting untuk peningkatan kinerja perseroan maupun kinerja PT KAI di masa datang. Adanya perjanjian ini juga merupakan sinergi BUMN dalam membangun negeri," ujar Sekretaris Perusahaan PTBA, Suherman, dalam keterangan tertulisnya.

Nantinya, angkutan batu bara jalur Tanjung Enim Baru-Prajin memiliki kapasitas minimal 10 juta ton per tahun. Sementara jalur Tanjung Enim Baru-Tarahan (Second Line) memiliki kapasitas minimal 20 juta ton per tahun. Kini kedua jalur tersebut kini sedang memasuki tahap studi kelayakan dan mulai beroperasi pada 2023.


Kini PTBA dan PT KAI telah mengoperasikan angkutan batu bara jalur Tanjung Enim-Tarahan dengan kapasitas 25 juta ton per tahun dan jalur Tanjung Enim-Dermaga Kertapati dengan kapasitas 5 juta ton per tahun. Sehingga pada 2023, angkutan batu bara akan memiliki total kapasitas 60 juta ton per tahun.

Selain itu, PTBA dan PT KAI bersepakat membentuk Tim Bersama Pengembangan Angkutan batu bara untuk kedua jalur baru ini. Gunanya untuk menunjang kelancaran jalannya pengembangan kapasitas angkutan batu bara. Tim inilah yang akan bertugas melakukan studi kelayakan pengembangan angkutan batu bara Tanjung Enim Baru-Prajin dan Tanjung Enim Baru-Tarahan (Second Line).

(idr/idr)