Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 04 Okt 2018 11:31 WIB

RI Harus Cepat Genjot Produksi Mobil Listrik, Ini Alasannya

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Foto: Dana Aditiasari Foto: Dana Aditiasari
Jakarta - Pemerintah tengah mendorong penggunaan mobil listrik di dalam negeri. Hal itu dilakukan untuk beberapa alasan, mulai dari mengurangi impor bahan bakar minyak (BBM) hingga mengurangi polusi akibat penggunaan BBM yang berlebih.

Menurut Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Rida Mulyana, saat ini pertumbuhan kendaraan di Indonesia lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi.

Alhasil, kebutuhan BBM juga ikut meningkat. Padahal, Indonesia sendiri masih memenuhi konsumsi BBM sebagian dari impor.

"Pertumbuhan kendaaaan sampai 2017 ini mengkhawatirkan. Grafik pertumbuhan kendaraan kita dari BPS nyaris 11,5% per tahun, dibandingkan pertumbuhan ekonomi itu 5% dan pada saat yang sama kebutuhan BBM naik padahal masih impor," jelasnya dalam Forum Diskusi Mobil Listrik yang diadakan detikcom dan CNN Indonesia di Hotel Atlet Century, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (4/10/2018).



Lebih lanjut, kata Rida, penggunaan BBM juga menyebabkan dampak buruk terhadap lingkungan seperti polusi udara. Dengan begitu, penggunaan mobil listrik bisa menjadi salah satu solusi atas masalah tersebut.

"Penggunaan BBM, ujungnya masalah udara, polusi semakin jelek dan tidak sehat jadi tidak mungkin dipertahankan. Lagian di luar (negeri) sudah ada mobil listrik jadi itu background kita untuk mendorong electric vehicle ini ada di Indonesia," paparnya.

Selain itu, penggunaan mobil listrik juga selaras dengan keinginan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengurangi emisi hingga 29%.

"Kita melalui Pak Presiden pada 2015 berkomitmen untuk ikut berkontribusi mengurangi emisi sampai 29% lah dan ini bagian dari upaya pencapaian," tutupnya.

(eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed