Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 10 Okt 2018 11:32 WIB

Harga Pertamax Cs Naik, di Sulteng dan NTB Tetap

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Harga Pertamax CS dan Dexlite juga Biosolar non PSO naik mulai hari ini. Dua daerah yaitu Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Tengah dikecualikan.

Mengutip keterangan resmi Pertamina, Rabu (10/10/2018), kenaikan Pertamax Cs naik di sejumlah daerah. Khusus untuk daerah yang terkena bencana alam di Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Tengah sementara ini harga tidak naik.

Di Jawa, harga Pertamax rata-rata naik Rp 900 menjadi Rp 10.400. Sementara di Sulawesi Tengah dan Nusa Tenggara Barat harga tak berubah, masing-masing Rp 9.700 dan Rp 9.500.

External Communication Manager Pertamina Arya Dwi Paramita mengatakan, kenaikan harga terjadi pada BBM jenis Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, Pertamina Dex, dan Biosolar Non PSO. Kenaikan tersebut dipicu oleh kenaikan harga minyak dunia. Sementara Premium dan Pertalite tidak naik.


"Harga minyak dunia rata-rata menembus US$ 80 per barel," katanya.

Penetapan ini mengacu pada Permen ESDM Nomor 34 tahun 2018 Perubahan Kelima Atas Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 39 Tahun 2014, Tentang Perhitungan Harga Jual Eceran BBM.

Dia melanjutkan, saat ini Pertamax di Jakarta Rp 10.400 per liter, Pertamax Turbo Rp 12.250 per liter, Pertamina Dex Rp 11.850 per liter, Dexlite Rp 10.500 per liter, dan Biosolar Non PSO Rp.9.800 per liter.


"Harga yang ditetapkan ini masih lebih kompetitif dibandingkan dengan harga jual di SPBU lain," jelasnya.

Sebagai tambahan, harga yang ditetapkan untuk wilayah lainnya bisa dilihat pada website Pertamina. https://www.pertamina.com/id/news-room/announcement/.





Tonton juga 'DPR: Naiknya Harga Pertamax karena Minyak Mentah Dunia Naik!':

[Gambas:Video 20detik]

(zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com