Follow detikFinance
Rabu, 10 Okt 2018 15:04 WIB

Harga Pertamax Cs Naik, Fadli Zon: Naik-naik BBM Naik Tinggi

Hans Henricus BS Aron - detikFinance
Foto: Fadli Zon. (Andhika Prasetia/detikcom). Foto: Fadli Zon. (Andhika Prasetia/detikcom).
Jakarta - Fadli Zon kembali berkicau di media sosial. Lewat akun twitternya @fadlizon, wakil Ketua DPR itu mengkritik kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Kritik itu disampaikan dalam bentuk bait lagu yang liriknya mirip lagu Naik-naik ke Puncak Gunung, berikut petikannya:

NAIK NAIK BBM NAIK TINGGI TINGGI SEKALI NAIK NAIK LISTRIK PUN NAIK TINGGI TINGGI SEKALI NAIK NAIK PAJAK PUN NAIK TINGGI TINGGI SEKALI KIRI KANAN KULIHAT SAJA BANYAK RAKYAT SENGSARA 2x #2019GantiPresiden #2019PrabowoSandiMenang.


Sebagai informasi, Pertamina menaikkan harga BBM non subsidi, yaitu Pertamax, Pertamax Turbo dan Pertamina Dex (solar non subsidi). Mengutip keterangan resmi Pertamina, kenaikan tersebut berlaku di seluruh Indonesia mulai hari ini pukul 11.00 WIB.

Untuk wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, harga Pertamax naik Rp 900 menjadi Rp 10.400 per liter, Pertamax Turbo Rp 12.250 per liter, Pertamina Dex Rp 11.850 per liter, Dexlite Rp 10.500 per liter, dan Biosolar Non PSO Rp 9.800 per liter.


Vice President Corporate Communication Pertamina Adiatma Sardjito mengatakan Pertamina sebagai badan usaha tak perlu mendapatkan izin dari pemerintah untuk bisa menaikkan harga jual, karena berbeda dengan Premium dan Solar, Pertamax Cs bukanlah barang yang disubsidi atau penugasan. Sehingga, Pertamina bisa menaikkan atau menurunkan harga tersebut.

"Itu kan barang yang bukan diatur, jadi bisa naik dan bisa turun," ujar Adiatma kepada detikFinance, Jakarta, Rabu (10/10/2018).


Menurut Adiatma Pertamina hanya perlu melapor dan menyampaikan ke pemerintah terkait keputusan ini. Hal ini sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 43 Tahun 2013 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 191 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran BBM.

"Dasar hukumnya adalah itu Perpres 191 dan kemudian Perpres 43 Tahun 2018, untuk Pertamax itu badan usaha cukup melaporkan, menyampaikan ke pemerintah," terang Adiatma




Tonton juga 'DPR: Naiknya Harga Pertamax karena Minyak Mentah Dunia Naik!':

[Gambas:Video 20detik]

(hns/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed