Follow detikFinance
Rabu, 10 Okt 2018 16:57 WIB

Genjot Kemampuan SDM, Inalum Kerja Sama dengan Lembaga Riset AS

Moch P - detikFinance
Foto: Inalum Foto: Inalum
Jakarta - Holding Industri Pertambangan PT Inalum (Persero) bekerja sama dengan lembaga riset asal Amerika Serikat, Massachusetts Institute of Technology Energy Initiatives (MITEI). Kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia dalam mengembangkan teknologi pertambangan.

"Penandatanganan ini adalah momentum penting dalam upaya membangun SDM Indonesia. Inalum akan mendirikan pusat riset dan inovasi bekerjasama dengan lembaga terkemuka dunia untuk mengembangkan teknologi pertambangan yang berkelanjutan dan juga proses hilirisasi industri yang efisien dan ramah lingkungan," kata Direktur Utama Inalum Budi G. Sadikin dalam keterangan tertulis, Rabu (10/10/2018).


Penandatangan kerja sama dilakukan di sela acara pertemuan IMF-Bank Dunia di Nusa Dua, Bali yang ditandatangani sendiri oleh Budi G. Sadikin dan Manajer Asia Pacific Energy Partnership MITEI Lihong Duan yang disaksikan oleh Deputi Bidang Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno.

Dijelaskan Budi, ketertarikan Inalum terhadap penelitian MITEI mencakup pengembangan teknologi penambangan, pemurnian, dan peleburan logam yang lebih berkelanjutan dari segi lingkungan dan melakukan riset untuk pembuatan material untuk penyimpanan energi atau baterai.

Selain itu, kerja sama ini juga bertujuan untuk memanfaatkan unsur rare earth atau logam tanah jarang yang dapat digunakan sebagai bahan magnet permanen. Unsur ini diaplikasikan pada sektor energi baru terbarukan dan industri elektronik.


Lebih lanjut ia mengatakan, unsur rare earth dan cobalt yang ditemukan dalam penambangan oleh anggota Holding PT Timah dan PT Antam dapat digunakan sebagai salah satu materi pembuatan baterai untuk kendaraan listrik dan magnet dalam pembangkit listrik tenaga bayu.

"Pusat riset dan inovasi ini nantinya akan mendukung penggunaan materi berbasis mineral dan logam di masa yang akan datang dengan memanfaatkan banyaknya potensi unsur logam seperti aluminium, nikel, cobalt, maupun rare earth di Indonesia," ungkap Budi.

Kolaborasi dengan MITEI dan juga mencakup pendirian pusat riset dan inovasi. Ia berharap kerja sama ini dapat menginisiasi penggunaan batubara menjadi energi ramah lingkungan. Menurutnya, anggota Holding PT Bukit Asam saat ini sedang mengarah untuk mengembangkan gasifikasi batubara yang ke depannya dapat menggantikan bahan bakar LPG dengan harga yang jauh lebih murah.

Budi mengungkap, ke depannya pusat riset ini juga akan berfungsi sebagai institusi yang dapat memberikan masukan untuk kebijakan-kebijakan di sektor pertambangan secara profesional dan independen.

Hal senada djuga diungkapkan Deputi Bidang Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno. Menurutnya kerja sama antara Inalum dan MITEI ini untuk meningkatkan SDM di industri pertambangan.

"Penandatanganan (antara Inalum dan MITEI) ini adalah langkah awal, bukan langkah akhir suatu proses untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) di industri pertambangan."

Menurutnya, kolaborasi tersebut merupakan langkah awal Inalum untuk mempelopori hadirnya pusat riset dan inovasi di sektor pertambangan dengan menggandeng lembaga-lembaga riset terkemuka seperti Amerika Serikat, Kanada, Tiongkok dan Australia.

Dengan menggandeng institusi riset tersebut, lanjut dia, Inalum akan mengikutsertakan universitas-universitas terkemuka di Indonesia untuk ikut berkolaborasi dalam pusat riset dan inovasi pertambangan yang rencananya akan didirikan oleh Inalum tahun ini.

Kolaborasi dengan MITEI juga dikatakan Fajar akan membantu Inalum mengembangkan proyek industri pertambangan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan namun berbiaya rendah. (mul/mpr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed