Follow detikFinance
Rabu, 10 Okt 2018 18:45 WIB

Gara-gara Pertamina, Pemerintah Tunda Kenaikan Harga Premium

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Ruly Kurniawan Foto: Ruly Kurniawan
Nusa Dua - Kementerian BUMN pun ikut meluruskan informasi harga BBM jenis Premium yang ditunda kenaikannya.

Deputi Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno mengatakan, penundaan diputuskan karena Pertamina yang belum siap mensosialisasikan ke 2.500 SPBU yang menjual Premium.

"Jadi kita baru tahu setelah Pak Jonan menyampaikan pengumuman bahwa rencananya akan naik, langsung kita tanyakan Bu Menteri (Rini Soemarno) bisa dilaksanakan atau tidak, dapat diketahui Pertamina baru menaikkan harga Pertamax series, kemudian Bu Menteri memeriksa dengan Pertamina dan ternyata tidak siap," kata fajar di Pavilion Indonesia, Nusa Dua Bali, Rabu (10/10/2018).


Menurut Fajar, keputusan kenaikan harga BBM jenis Premium pun harus sesuai dengan Perpres Nomor 43 Tahun 2018. Di mana mempertimbangkan tiga aspek yaitu kondisi keuangan negara, kemampuan daya beli masyarakat, dan kondisi riil ekonomi.

Selain itu, kata Fajar, keputusan kenaikan harga premium juga harus dibahas dalam rapat koordinasi (rakor) di Kementerian Koordinasi Bidang Perekonomian terlebih dahulu.

"Pengumuman ini perlu dilakukan rakor, oleh karena itu akan dilakukan rakor di menko ekonomi untuk bagaimana ke depannya," jelas dia.


"Sehingga kami juga mendapatkan kabar Pak Jonan menunda dulu," sambung dia. (hek/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed