Follow detikFinance
Kamis, 11 Okt 2018 11:19 WIB

Pertamax Mahal, Masyarakat Bisa Pindah ke Pertalite

Trio Hamdani - detikFinance
Foto: Agung Pambudhy Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - PT Pertamina (Persero) menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) Pertamax. Di Jakarta harganya naik Rp 900 per liter menjadi Rp 10.400. Harga Pertamax pun semakin jomplang dengan Pertalite seharga Rp 7.800 dan premium seharga Rp 6.650.

Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan memastikan akan terjadi migrasi konsumen Pertamax, khususnya ke Pertalite. Hal itu dipengaruhi selisih harga yang makin jauh, mengingat Pertamina masih menahan harga jual Pertalite.

"Saya kira kalau ada migrasi pasti akan ada migrasi ya karena memang selisih harganya cukup jauh ya," kata Mamit kepada detikFinance, Jakarta, Kamis (11/10/2018).



Dia menilai pengguna Pertamax akan migrasi ke Pertalite ketimbang premium karena kualitas Pertamax dan Pertalite tidak jauh berbeda.

"Paling tidak saya kira pengguna Pertamax series adalah orang-orang yang mengerti kualitas bahan bakar. Jadi kalau pun memang ada yang migrasi, migrasi yang terjadi dari Pertamax ke Pertalite," paparnya.

Menurutnya, menahan harga Pertalite di saat Pertamax naik merupakan strategi Pertamina, yakni jika terjadi migrasi, pengguna Pertamax akan beralih ke Pertalite, bukan premium.

"Saya kira, kenapa ini salah satu strategi Pertamina tidak naikkan Pertalite karena memang supaya menjaga migrasi ke premium ini," tambahnya.






Tonton juga 'Ini Alasan BBM Premium Batal Naik':

[Gambas:Video 20detik]

(eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed