Pertamina Resmi Ambil Alih WK East Kalimantan-Attaka dari Chevron

Robi Setiawan - detikFinance
Kamis, 25 Okt 2018 13:52 WIB
Foto: Pertamina
Jakarta - PT Pertamina (Persero) resmi mengambil alih kelola Wilayah Kerja (WK) East Kalimantan-Attaka dari Chevron Indonesia Company (CICo). Pengelolaan WK ini akan dilakukan PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT).

Direktur Utama PT Pertamina Hulu Indonesia Bambang Manumayoso pun menyatakan terima kasih atas dukungan semua pihak yang telah membantu proses alih kelola WK East Kalimantan dan Attaka, dari masa transisi sampai saat ini dan tentunya untuk kelancaran operasi ke depan.

"Pertamina telah memberikan komitmen pasti kepada pemerintah dalam mengelola WK East Kalimantan dan Attaka, yakni 2 paket study eksplorasi, 1 sumur eksplorasi, dan 4 infill atau development well. Tentunya ini semua akan berjalan jika didukung oleh semua pihak," kata Bambang dalam keterangan tertulis, Kamis (25/10/2018).



Untuk diketahui, PHKT merupakan anak usaha dari Pertamina Hulu Indonesia (subsidiary dari PT Pertamina [Persero]) yang ditunjuk sebagai pengelola sekaligus operator di WK East Kalimantan-Attaka untuk periode kontrak 25 Oktober 2018 sampai 24 Oktober 2038.

WK East Kalimantan sebelumnya dikelola CICo. Penyerahan pengelolaan WK ini dilaksanakan setelah kontrak operator CICo berdasarkan production sharing contract (PSC) WK East Kalimantan dan Attaka berakhir pada 24 Oktober 2018.

Saat ini, WK East Kalimantan-Attaka merupakan lapangan yang berada pada fase produksi "V" atau "fase decline lanjut". Perkiraan kumulatif produksi WK East Kalimantan-Attaka sebesar 1 miliar barel (BBO) dan 3 triliun feet kubik (TCF).



Dengan kondisi tersebut, Pertamina, berupaya untuk menahan laju produksi pada 2018 dengan merencanakan 10 workover dan 59 well services yang diestimasi untuk produksi rerata per hari di 2018 sebesar 73.3 million standard cubic feet per day (MMSCFD) untuk gas dan 13.291 barrels of oil per day (BOPD) untuk minyak.

Sementara di 2019 Pertamina merencanakan pengeboran 3 sumur di kuartal ke-4, 37 workover dan 308 well services yang di estimasi untuk produksi rerata perhari di tahun 2019 sebesar 59.4 MMSCFD untuk gas dan 10.639 BOPD untuk minyak.

Selain itu, PHKT juga menganggarkan investasi dengan komitmen pasti investasi selama 3 tahun pertama sebesar US$ 79.3 juta.

Untuk menjaga kontinuitas operasional WK East Kalimantan-Attaka setelah 24 Oktober 2018, PHKT juga telah menyerap 727 pekerja CICo untuk bergabung di PHKT, serta penandatanganan kontrak-kontrak pendukung aktivitas operasional, baik melalui metode mirroring kontrak maupun pengadaan baru sekitar 200 kontrak.

WK East Kalimantan-Attaka memiliki 15 lapangan yaitu Attaka, Melangin, Kerindingan, Serang, Sapi, Santan, Sepinggan, Sedandang, Seguni, Sejadi, Yakin, Mahoni, Bangkirai, Seturian, dan Pantai. Data pada akhir September 2018, produksi minyak dan kondensat WK East Kalimantan-Attaka sebesar 13.220 BOPD dan gas sebesar 69,44 MMSCFD.

Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi menyatakan dengan telah ditandatanganinya KKS WK East Kalimantan dan Attaka antara SKK Migas dan PT PHKT, bersama dengan Pertamina Hulu Mahakam, Pertamina Hulu Sanga-sanga dan Pertamina Hulu Indonesia, diharapkan tercipta sinergi untuk mendukung efisiensi yang lebih maksimal bagi operasi hulu migas di Kalimantan Timur.

Amien menambahkan, dengan seluruh persiapan alih kelola yang sudah disiapkan dalam dua tahun terakhir, produksi migas di WK East Kalimantan dan Attaka harus dapat terus dipertahankan, bahkan ditingkatkan.

SKK Migas siap menjadi mitra utama PHKT untuk mewujudkan komitmen ini. SKK Migas juga berharap dukungan dari seluruh pemangku kepentingan, khususnya pemerintah daerah dan masyarakat.

"Keberhasilan alih kelola WK East Kalimantan dan Attaka akan menjadi pembuktian Pertamina sebagai perusahaan migas kelas dunia. Seluruh komponen anak bangsa patut mendukung untuk mewujudkan tujuan ini," pungkas Amien. (mul/ega)