Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 31 Okt 2018 14:51 WIB

Cara PGN Lepas Ketergantungan Material Jargas Impor

Trio Hamdani - detikFinance
Foto: dok. PGN Foto: dok. PGN
Jakarta - Pembangunan jaringan gas bumi (jargas) di Indonesia masih ketergantungan bahan baku impor sebanyak 28%. PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Persero Tbk menargetkan pada 2020 penggunaan bahan baku lokal mendekati 100%.

"Kita harapkan tahun 2020 sudah mulai bisa mendekati 100%," kata Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN Dilo Seno Widagdo di Probolinggo, Jawa Timur, Rabu (31/10/2018).

Untuk menghilangkan ketergantungan impor, pihaknya mencoba mengganti bahan baku yang digunakan untuk membuat pipa gas, yaitu dengan mengganti Medium Density Polyethylene (MDPE) ke High Density Polyethylene (HDPE).

"Kalau begitu pakai high densitas maka sebenarnya biji plastik yang bisa dipakai di Indonesia, itu kurang lagi (impornya)," sebutnya.


Selain itu, pihaknya juga mencoba menjajaki kerja sama dengan perusahaan asing untuk membuat pabrik di Indonesia.

"Terus pabrik fitting (sambungan pipa) kita minta kayak misalnya ketemu sama beberapa teman teman supplier dari London, itu dari Inggris juga berinvestasi di Indonesia. Mereka sudah mau berinvestasi di Indonesia. Jadi itu juga turun lagi (impornya)," terangnya.

Pihaknya juga melakukan pembicaraan dengan beberapa BUMN untuk penyediaan meter regulating station (MRS) yang mana juga masih butuh impor. Alat ini berfungsi untuk mengatur tekanan gas.

"Kita juga sekarang melihat bahwa untuk meter (MRS) itu juga bisa difabrikasi. Kemarin sudah ngobrol sama BUMN BUMN itu juga, sekarang sifatnya masih assembly. Nanti ke depan juga bisa difabrikasi di Indonesia. Kalau kayak gitu 100% (bahan baku lokal)," tambahnya.





Tonton juga 'Jonan Getol Pasang Jargas untuk Gantikan Gas Melon':

[Gambas:Video 20detik]

(eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com