Follow detikFinance
Kamis, 08 Nov 2018 10:58 WIB

Pertamina dan PTBA Gandeng Perusahaan AS Kembangkan Gas Batu Bara

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Foto: Dok. Kementerian BUMN Foto: Dok. Kementerian BUMN
Jakarta - Dalam rangka meningkatkan nilai tambah batubara Indonesia, PT Pertamina (Persero) dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) resmi menjalin kerja sama strategis dalam hal pengembangan produk batu bara dengan Air Products and Chemicals Inc. Perusahaan berbasis di Amerika Serikat (AS) ini pada tahun 2018 mengakuisisi paten/teknologi gasifikasi batu bara Shell.

Kerja sama ini meliputi pengembangan gasifikasi batu bara di Mulut Tambang batu bara Peranap, Riau untuk menjadi dimethylether (DME) dan syntheticnatural gas (SNG).

Penandatanganan kerja sama tersebut dilaksanakan di Allentown, AS pada Rabu (7/11/2018) waktu setempat. Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama PTBA Arviyan Arifin, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati, dan Chairman, President & CEO Air Products Seifi Ghasemi, juga disaksikan langsung oleh Menteri BUMN Rini Soemarno.

Rini mengatakan, percepatan hilirisasi sektor pertambangan Indonesia merupakan langkah nyata pemerintah mendukung nilai tambah produk di sektor tambang sekaligus juga sebagai upaya mendukung penghematan devisa negara. Proses hilirisasi di sektor tambang juga akan membawa dampak besar bagi Indonesia, terutama dalam mengantisipasi terjadinya defisit transaksi berjalan (CAD).

"Terima kasih Bukit Asam dan Pertamina yang sudah turut aktif mewujudkan hilirisasi batu bara ini. Indonesia harus terus mengembangkan industri hilirisasi batubara bukan hanya dalam mengurangi impor tetapi juga dalam rangka mengembangkan ekspor," kata Rini dalam keterangannya, Kamis (8/11/2018).


Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menegaskan, kerja sama Pertamina dengan PTBA serta Air Products adalah langkah strategis bagi semua pihak, untuk meningkatkan ketahanan, kemandirian, dan kedaulatan energi nasional, melalui pemanfaatan DME dan SNG.

"Sekitar 70% LPG masih diimpor, tahun 2017 Indonesia mengonsumsi tidak kurang dari 7 juta ton LPG. Pabrik gasifikasi batu bara ini adalah proyek yang sangat strategis secara nasional," ujar Nicke.

Selain mewujudkan sinergi BUMN, Nicke menambahkan, kerja sama dengan PTBA dilakukan guna optimalisasi pemanfaatan sumber daya alam nasional.

"Pertamina dan PTBA merupakan dua perusahaan BUMN besar di Tanah Air. Sejalan dengan hal tersebut, kerja sama ini mencerminkan pemanfaatan energi dari dalam negeri untuk masyarakat Indonesia," jelasnya.

Lebih lanjut, Direktur Utama PTBA Arviyan Arifin mengungkapkan, hilirisasi yang dilakukan PTBA ini diperkuat dengan sumber daya batu bara sebesar 8,3 miliar ton dan cadangan batubara sebesar 3,3 miliar ton.


Pabrik gasifikasi di Peranap ini diharapkan dapat mulai beroperasi pada tahun 2022. Kapasitas pabrik yang akan didirikan dengan kapasitas 400 ribu ton DME per tahun, dan 50 mmscfd SNG.

Pada kesempatan gang sama, Chairman, President & CEO Air Products Seifi Ghasemi menegaskan bahwa pihaknya sebagai pemilik teknologi gas industri seperti syngas dan DME, berkomitmen dan mendukung penuh program hilirisasi batu bara tersebut.

"Kami bersungguh-sungguh untuk menjadi bagian penting dari berdirinya industri dengan teknologi upstream menghasilkan syngas dan kemudian diolah melalui teknologi downstream baik untuk batu bara maupun petrochemical" imbuh Seifi Ghasemi. (ara/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed