Follow detikFinance
Jumat, 09 Nov 2018 19:14 WIB

Proyek Gas Jambaran-Tiung Biru Pasok Pembangkit dan Industri

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Foto: pertamina Foto: pertamina
Jakarta - PT Pertamina EP Cepu tengah mengembangkan proyek gas lapangan unitisasi Jambaran-Tiung Baru (JTB) di Bojonegoro, Jawa Timur terus berjalan. Fasilitas ini akan menghasilkan gas 192 juta standar kaki kubik per hari (million standard cubic feet per day/MMSCFD) saat beroperasi tahun 2021.

Direktur Utama PEPC Jamsaton Nababan mengatakan, gas tersebut untuk memenuhi kebutuhan pembangkit PT PLN (Persero). Untuk PLN sendiri, alokasinya mencapai 100 MMSCFD. Sisanya, untuk industri yang berada di Jawa Timur.

"Sampai sekarang baru 100 MMSCFD (PLN), sisanya korporat masih lihat pasar buyers misalnya industri di Jawa Timur atau mungkin Jawa Tengah," kata dia di Patra Jasa Office Tower Jakarta, Jumat (9/11/2018).

Dia menerangkan, pada proses penjualan gas ini nantinya dari JTB dijual ke induk usaha PT Pertamina (Persero). Dari Pertamina, akan disalurkan ke konsumen.

Lanjutnya, distribusi gas ini akan menggunakan jaringan dari Pertagas.


"Pipa yang kita untuk gunakan untuk PLN merupakan pipa Pertagas, jalur Semarang ke Gresik, nanti dari JTB ke pipa Pertagas yang bawa ke Gresik atau ke Tambak Lorok. Jadi kita jaraknya, 12 km JTB sampai ke pipa Pertagas. Yang kita bangun Rekind 12 km," ungkapnya.

Terkait harga, JTB melepas ke Pertamina dengan nilai US$ 6,7 per MMBTU. Lalu, ke konsumen yakni PLN US$ 7,6 MMBTU.

"Setelah tol fee, US$ 7,6, kalau dari kita ke Pertamina US$ 6,7 karena lewat Pertamina," tutupnya. (zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed