Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 14 Nov 2018 13:49 WIB

PLN Gandeng Perusahaan Jerman Bangun SPLU Lebih Banyak

Saifan Zaking - detikFinance
Foto: Dok. PLN Distribusi Jakarta Raya Foto: Dok. PLN Distribusi Jakarta Raya
Jakarta - PT PLN (Persero) bekerja sama dengan Produsen Mobil asal Jerman, BMW untuk membangun SPLU (Stasiun Pengisian Listrik Umum). SPLU merupakan tempat pengisian bahan bakar untuk kendaraan yang menggunakan energi listrik.

General Manager PLN Disjaya M Ikhsan Asaad mengatakan, saat ini PLN telah bekerja sama dengan BMW untuk membangun SPLU. Melalui kerja sama itu, PLN bertujuan untuk membuat SPLU lebih banyak lagi.

"Kita develop bersama BMW juga. Mereka kasih kami, nah ke depan kita akan bikin lagi seperti itu lebih banyak," jelas General Manager PLN Disjaya M. Ikhsan Asaad di Jakarta, Rabu (14/11/2018).

PLN sendiri, kata Ikhsan, telah memiliki sebanyak 1700 SPLU di seluruh wilayah Indonesia. Nantinya, PLN juga akan memasang SPLU ini di rest area jalan tol.

"Sekarang 1700, kita sekarang lagi inisiasi fast charging nanti sesuai dengan kebutuhan misalkan di kota ya nanti kalau memang ternyata populasinya bertambah ya kendaraan listrik, bus listrik, kita juga akan pasang di rest area di tol misalkan Jakarta, Cipularang, Cikampek, nanti kita lihat lah," ucapnya.


IKhsan menjelaskan, saat ini realisasi pemanfaatan SPLU masih lebih kepada unit kegiatan masyarakat (UKM). Hal tersebut dilakukan guna mempermudah mereka dalam mendapatkan listrik.

"Sekarang diperuntukkan buat pedagang-pedagang kaki lima dan UMKM supaya mereka lebih mudah mendapatkan listrik, nggak nyantol-nyantol lagi, jadi lebih mudah lah, kemudahan mendapatkan listrik," ucapnya.

Ikhsan juga mengatakan, sejatinya pembangunan SPLU tak terlalu sulit. Hanya saja, kata dia, dalam membangun SPLU harus melihat kebutuhan dari penggunanya sendiri. Sementara untuk biaya investasi dalam membangun satu SPLU ialah Rp 40 juta.

"Nggak ada, sebenarnya membuat SPLU tuh gampang tinggal demand-nya saja, kebutuhannya seperti apa. Untuk charging station standar Rp 40 juta lah, tapi kalau yang fast charging, lebih mahal, nanti juga kita akan kembangkan dengan baterainya di sana," tuturnya.




Tonton juga 'Kenalin Nih, PCX Bertenaga Listrik':

[Gambas:Video 20detik]

(fdl/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com