Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 15 Nov 2018 12:22 WIB

Deretan Perusahaan Batu Bara yang Kontraknya Mau Habis

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Ilustrasi/Foto: Rachman Haryanto Ilustrasi/Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat ada delapan Perusahaan dengan Perjanjian Karya Pengusahaan Batubara (PKP2B) Generasi I yang akan berakhir masa kontraknya. Kontrak delapan perusahaan batu bara tersebut habis dalam periode tahun 2019 hingga 2026 mendatang.

Demikian dikutip detikFinance dari keterangan tertulis Kementerian ESDM, Kamis (15/11/2018).

Perusahaan-perusahaan itu adalah PT Tanito Harum yang kontraknya akan habis pada 14 Januari 2019, PT Arutmin Indonesia yang kontraknya akan berakhir pada 1 November 2020, PT Kendilo Coal Indonesia yang Perjanjiannya akan berlaku hingga 13 September 2021, dan PT Kaltim Prima Coal yang masa berlaku PKP2B-nya akan habis pada 31 Desember 2021.


Selain itu, dalam daftar tersebut juga terdapat PT Multi Harapan Utama yang pada 1 April 2022 kontraknya akan berakhir. Kemudian PT Adaro Indonesia, di mana masa kontraknya akan habis pada 1 Oktober 2022, PT Kideco Jaya Agung yang kontraknya hanya sampai 13 Maret 2023, dan PT Berau Coal yang masa kontraknya akan habis pada 26 April 2025.

Pemerintah saat ini tengah menyusun konsep revisi keenam dari Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara, di mana pemegang PKP2B boleh mengajukan perpanjangan kontrak paling cepat lima tahun atau paling lambat satu tahun sebelum kontrak berakhir.




Tonton juga 'Dirjen Minerba: Harga Batu Bara US$ 70/Ton Tak Ganggu Pengusaha!':

[Gambas:Video 20detik]

(ara/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed