Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 15 Nov 2018 14:00 WIB

Perusahaan Keluarga JK Kontrak Jual Beli Listrik dengan PLN

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Kontrak PPA antara PLN dan PT Krinci Merangin Hidro (Danang Sugianto-detikFinance) Foto: Kontrak PPA antara PLN dan PT Krinci Merangin Hidro (Danang Sugianto-detikFinance)
Jakarta - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) telah menandatangani kontrak jual beli listrik atau Power Purchase Agreement (PPA) dengan PT Krinci Merangin Hidro dalam pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Merangin Jambi dengan kapasitas 4x87,5 MW.

Penandatangan tersebut dilakukan oleh Direktur Utama PLN Sofyan Basir dengan Direktur Utama Krinci Merangin Hidro Achmad Kalla. Penandatangan PPA itu juga disaksikan langsung oleh Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar.

"Ini proses panjang sekali, sudah lama. Tapi saya bersyukur selesai juga. Sudah 1,5 tahun terakhir dari tahap pertama sampai selesai penandatanganan," kata Sofyan Basir di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Kamis (15/11/20018).


Arcandra Tahar yang hadir dalam acara ini juga menyambut baik langkah PLN yang sudah mulai fokus mengembangkan energi baru terbarukan. Tujuannya tentu untuk menyediakan listrik yang berkelanjutan dan terjangkau.

"Tujuan dari acara hari ini menurut saya bukan pada kertas yang berisi penandatangan PPA, tapi tujuan akhirnya adalah memproduksi listrik," ucapnya.

Arcandra percaya PLN bisa menjalankan amanat pemerintah agar mengembangkan listrik dari energi baru terbarukan. Meski terkadang sering lambat dalam penyelesaiannya, dia yakin PLN tetap bertekad untuk mengembangkan energi baru terbarukan untuk produksi listrik.


"Buktinya hari ini harga sepakat dan ditandatangani PPA-nya. Tidak ada alasan PLN menunda, itu saya tidak yakin. Mungkin yang ada adalah menyangkut hal komersil. Ini perlu dukungan dari pemerintah, percayalah pemerintah sangat komit untuk bangun energi baru terbarukan," tutupnya.

Kerinci Merangin Hidro sendiri sahamnya telah diakuisisi oleh PT Bukaka Teknik Utama Tbk (BUKK) melalui anak usahanya PT Bukaka Mega Investama pada 2015 yang lalu. Sehingga praktis perusahaan tersebut tergabung dalam kerajaan bisnis milik keluarga Wakil Presiden Jusuf Kalla.


Tonton juga 'Bupati Cirebon Ditetapkan Jadi Tersangka Jual Beli Jabatan':

[Gambas:Video 20detik]

(das/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed