Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 16 Nov 2018 16:14 WIB

Listrik Nyala 24 Jam, Warga Pulau Ini Beralih ke Kompor Listrik

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Foto: Dok. PLN Unit Induk Wilayah Bangka Belitung Foto: Dok. PLN Unit Induk Wilayah Bangka Belitung
Jakarta - Penduduk Pulau Buku Limau, Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur kini memasak dengan kompor listrik. Mereka memakai kompor listrik lantaran gas Elpiji lebih mahal imbas pasokan yang tidak menentu.

Lebih lanjut, masyarakat bisa menikmati kompor listrik karena PT PLN (Persero) telah menyalakan listrik 24 jam di wilayah itu. Dengan demikian, sebanyak 122 kepala keluarga (KK) di Pulau Bukulimau bisa menikmati teknologi kompor induksi listrik sebagai pengganti maupun pelengkap minyak tanah maupun gas untuk memasak.

"Tabung Elpiji di sini harganya nggak menentu, kalau ombak lagi tinggi, harga per tabung gas mahal dan lagi repot harus bawa-bawa ke kota kalau sudah habis," kata Karni salah seorang warga dalam keterangan tulis PLN, Jumat (16/11/2018).


Dia mengatakan, biaya yang dikeluarkan untuk pemakaian kompor listrik lebih murah dibandingkan dengan gas.

"Sejak pakai kompor listrik biaya yang saya keluarkan menjadi lebih murah, sebulan rata-rata seratus ribu-an, gak beda jauh seperti isi token biasa," terang dia.

Bupati Belitung Timur Yuslih Ihza Mahendra sebelumnya mengimbau warga di Pulau Bukulimau untuk menggunakan kompor listrik. Sebab, penggunaan kompor listrik lebih mudah dan murah.

"Perkembangan teknologi membuat kegiatan memasak masyarakat jadi lebih mudah, enak, aman dan murah. Program ini sangat tepat sasaran sebagai solusi sekaligus sebagai alat pengganti maupun pelengkap untuk memasak sekaligus membantu pemerintah mengurangi minyak tanah dan gas," kata dia.

Listrik Nyala 24 Jam, Warga Pulau Ini Beralih ke Kompor ListrikFoto: Dok. PLN Unit Induk Wilayah Bangka Belitung

Yuslih mengungkapkan, manfaat yang didapat dengan menggunakan kompor induksi ialah mudah dioperasikan dan tidak meledak.

"Saat memasak pakai kompor induksi, masyarakat tak perlu takut meledak, mudah dioperasikan, lebih bersih dan ramah lingkungan yang sejalan dengan program pemerintah untuk menciptakan energi bersih" ujarnya.


Untuk diketahui, kapasitas terpasang PLTD Buku Limau sebesar 400 kilowatt (kW) dengan beban puncak sebesar 39 kW. Kemudian, didukung oleh 1,6 kms jaringan tegangan rendah (JTR) dan 38 batang tiang besi. Dengan 100% penggunaan kompor induksi listrik yang pertama di Indonesia ini, diharapkan beban puncak meningkat menjadi sekitar 50 kW sampai 80 kW.

"PLN akan terus berkomitmen melistriki pulau-pulau yang kesulitan mendapatkan akses listrik. Semuanya akan kami tuntaskan pada tahun 2019 mendatang," jelas General Manager PLN Unit Induk Wilayah Bangka Belitung, Abdul Mukhlis. (ara/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed