Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 10 Des 2018 12:40 WIB

Bos Inalum Mau Berantas Oknum Karyawannya yang 'Minta Uang'

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Dirut Inalum Budi Gunadi Sadikin/ Foti:Rachman Haryanto/detik.com Foto: Dirut Inalum Budi Gunadi Sadikin/ Foti:Rachman Haryanto/detik.com
Jakarta - PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk melakukan pengawasan terkait kemungkinan adanya korupsi atau gratifikasi dalam kegiatan bisnis holding BUMN tambang. Komitmen itu pun dituangkan dalam penandatangan MoU.

Ternyata inisiatif itu dilakukan juga karena adanya kejadian pelanggaran suap yang dilakukan oleh pegawai Inalum. Hal itu diungkapkan sendiri oleh Direktur Utama Inalum Budi Gunadi Sadikin.

Budi mengatakan, belum lama ini ada salah satu oknum karyawan Inalum yang meminta uang kepada vendor perusahaan. Namun Budi tidak secara jelas menjelaskan permintaan uang itu.

"Jadi ada orang kita yang mintain dia (vendor duit). Saya bilang ke Pak Keri, kalau mintai duit itu seperti bibit penyakit virus di kita, mesti diberesin," ujarnya di Hotel Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Senin (10/12/2018).

Budi pun meminta karyawan tersebut agar mengundurkan diri. Namun hingga saat ini oknum tersebut masih berstatus karyawan Inalum.

"Kita minta orang Inalum tersebut mengundurkan diri. Mungkin karena baru pertama kali, belum berhasil tempatnya Pak Keri membuat yang bersangkutan mengundurkan diri," tambahnya.

Hal itu menjadi salah satu alasan Budi untuk menggandeng KPK melakukan pengawasan di holding BUMN tambang yang juga berisi PT Antam, PT Timah, PT Bukit Asam dan sebentar lagi bergabung PT Freeport Indonesia.


Dia juga mengaku sengaja mengundang para vendor dan supplier perusahaan dalam acara itu. Sebab setelah itu akan ada acara sosialisasi pencegahan praktik korupsi dan gratifikasi yang dilakukan oleh KPK.

"Kenapa kami undang semua vendor dan supplier di sini, karena kami enggak mungkin melakukan itu sendiri tanpa dukungan vendor dan supplier," ujanya.

Budi meminta para vendor dan supplier agar langsung melaporkan kepadanya atau Direktur Inalum Oggy Achmad Kosasih, Komisaris Utama Inalum Fajar Harry Sampurno, bahkan langsung ke Ketua KPK Agus Rahardjo jika ada karyawan holding BUMN tambang yang melakukan pemerasan. Hal itu disampaikannya sambil menunjukkan nomor HP pribadi mereka di layar.

"Kalau temen-teman pegawai saya ada yang minta, itu ada nomor handphonenya Pak Oggy, bilang saja siapa yang minta. Kalau Pak Oggy yang minta, WA saja ke saya. Kalau saya yang minta ada WA Komut saya. Tidak mesti uang, minta jam tangan, handphone, lapor. Kalau Komut yang minta, laporkan ke Pak Agus. Kalau Pak Agus yang minta ya kita lapor ke Tuhan," seru sambil berkelakar.

"Inalum ingin berubah menjadi yang lebuh baik, tolong bantu kita jangan ada sedikitpun memberikan ke teman-temannya yang ada di Inalum," tambah Budi.




Tonton juga 'Nikita Mirzani Unggah Bukti Dipo Latief Sering Minta Uang':

[Gambas:Video 20detik]

Bos Inalum Mau Berantas Oknum Karyawannya yang 'Minta Uang'
(das/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com