Cadangan Gas di Kalimantan Perlu Dioptimalkan untuk Dalam Negeri

Trio Hamdani - detikFinance
Rabu, 19 Des 2018 14:38 WIB
Ilustrasi Pipa Gas Foto: Rachman Haryanto
Samarinda - Badan Pengatur Hilir (BPH) Migas menilai cadangan gas di dalam negeri perlu dioptimalkan untuk kebutuhan dalam negeri ketimbang untuk ekspor.

Hal itu dia sampaikan dalam Focus Group Discussion (FGD) yang membahas prospek pengembangan dan peningkatan pemanfaatan gas bumi di Kalimantan. FGD melibatkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan sejumlah badan usaha di sektor migas, salah satunya PT Bakrie & Brothers Tbk.

Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa, mengatakan, cadangan gas di Kalimantan terbilang besar.

Region V Kalimantan adalah terbesar ketiga sebagai pemilik cadangan gas bumi konvensional Indonesia. Berdasarkan Neraca Gas Bumi Indonesia 2018-2027, wilayah tersebut punya cadangan 15.35 triliun standard cubic feet (TSCF).

"Suplai side, gimana kepastian alokasi gasnya. Kami tahu sampai saat ini ada alokasi gas mencukupi di Kalimantan Timur," katanya di Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu (19/12/2018).


Cadangan gas di Kalimantan belum sepenuhnya dioptimalkan untuk kebutuhan dalam negeri, sebagian diimpor dalam bentuk LNG atau gas alam cair.

"Kita tahu dalam setahun 30-40 kargo itu LNG (gas alam cair) kita ekspor dengan harga yang lebih murah ketimbang impor BBM," ujarnya.

Lanjut dia, Indonesia sendiri masih impor gas LPG sekitar 60% dari total kebutuhan. Jika cadangan yang ada bisa dioptimalkan untuk kebutuhan dalam negeri, menurutnya bisa mengurangi impor.


Untuk mendukung hal tersebut perlu dibangun infrastruktur pipa gas untuk menyalurkan gas, baik ke industri hingga ke rumah tangga.

"Perlu dibangun jaringan gas hingga desa, kelurahan di sepanjang desa sehingga ada konversi LPG yang impor 60% atau yang menggunakan minyak tanah (beralih) ke jaringan gas," tambahnya.




Tonton juga 'Melongok ke Kilang Badak, Produsen Gas Alam Cair Tanah Air':

[Gambas:Video 20detik]


(dna/dna)