Blok South Jambi B Berhenti Produksi Sejak 2012

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Kamis, 20 Des 2018 19:32 WIB
Wamen ESDM Arcandra Tahar/Foto: Danang Sugianto
Jakarta - Kontrak Wilayah Kerja (WK) South Jambi B baru saja diteken. Blok migas tersebut diserahkan pengelolaannya ke Hong Kong Jindi Group Co Ltd. Namun, blok ini sudah berhenti beroperasi pada 2012.

"Gas itu terakhir pada 2011 kecil sekali. Sekarang itu tidak berproduksi, kosong sekali sejak 2012 tidak produksi," kata Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar di Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Kamis (20/12/2018).


Dia menerangkan, pada tahun 2011 Blok South Jambi B memproduksi 1 million standard cubic feet per day (MMSCFD) gas dan 10 barel minyak per hari. Pada tahun 2012 gas sudah tidak produksi dan minyak hanya 2 barel per hari.

Arcandra tak menerangkan secara rinci kenapa blok tersebut tak berproduksi. Terpenting, kata dia, kontrak telah ditandatangani dengan komitmen kerja pasti US$ 60 juta dengan bonus tanda tangan US$ 5 juta.

"Yang jelas hari ini sudah laku dijual kembali US$ 60 juta plus US$ 5 juta jadi US$ 65 juta," terangnya.


Arcandra bilang, cadangan minyak blok tersebut sekitar 0,6 juta barel. Sedangkan untuk gas tersebar di beberapa lokasi.

"Perkiraan cadangan minyaknya 0,6 juta barel, perkiraan cadangan gasnya P1 sekitar 270 trillion cubic feet (TCF), P2 439 TCF, P3 823 TCF," tutupnya.

Sebagai tambahan, Blok South Jambi B saat ini masih dioperasikan oleh ConocoPhilips dan berakhir kontraknya pada tanggal 25 Januari 2020. Kontrak Kerja Sama dari Hong Kong Jindi South Jambi B Co Ltd untuk Blok South Jambi B ini akan berlaku efektif pada tanggal 26 Januari 2020 dan jangka waktu kontrak selama 20 tahun. (ara/ara)