googletag.defineSlot('/4905536/detik_desktop/finance/pop_ups', [785, 440], 'div-gpt-ad-1574092191519-0').addService(googletag.pubads());
ADVERTISEMENT
Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 29 Des 2018 13:00 WIB

Pasang Listrik Pasca Tsunami Banten, Petugas PLN: Takut Ombak Naik

Mustiana Lestari - detikFinance
Foto: Mustiana Lestari/detikcom Foto: Mustiana Lestari/detikcom
Banten - Tsunami yang meluluhlantakkan permukiman di sepanjang Selat Sunda membuat banyak orang ketakutan, tak terkecuali para pekerja PLN.

Hal ini yang dirasakan Encep Suherman pelayanan teknik Munjul ULP Malimping UP 3 Banten Selatan.

Sehari setelah tsunami melanda, Encep bersama kawannya langsung diterjunkan memperbaiki listrik di daerah Cigeulis, Banten.


Sudah sejak hari pertama dirinya ketar ketir tsunami susulan. Hal ini lantaran dia bertugas tepat di pinggir pantai dan ditambah dengan kabar erupsi Gunung Krakatau terus menerus yang diperkirakan memunculkan tsunami susulan.

"Tadi juga ketakutan pada lari semua karena ombak naik. Semua karyawan PLN yang ada di sini pada kabur semua takut " kata Encep kepada detikcom, Sabtu (29/12/2018).

Teknisi PLN Ketar Ketir Pasang Listrik Pinggir Laut Pasca TsunamiFoto: Mustiana Lestari/detikcom

Bukan cuma soal listrik dan ketakutan terhadap tsunami, Encep bersama kawan PLN lainnya juga membantu evakuasi korban tsunami. Hal itu pun tentu saja membuatnya bergetar sekaligus bersyukur.

"Namanya kena musibah banyak dukanya daripada sukanya. Kita juga evakuasi banyak yang ketimpa bangunan. Kita sekalian penanganan di sini sekaligus kita evakuasi. Alhamdulillah kita semua selamat dan kita bisa membantu lainnya," ucap Encep penuh syukur.

Encep yang tengah memperbaiki jaringan ini pun berharap kondisi Banten segera pulih. Apalagi di daerah terdampak tsunami yang parah, seperti Kecamatan Sumur.


"Makanya ini kita selesaikan untuk pengerjaannya, semoga hari ini cuaca mendukung bisa beres lah saya udah 3 hari disini pulang malam dan balik lagi ke sini. Rekan yang di Sumur mah belum pada pulang," tutupnya.

Sementara Sigit Basoeki yang bertugas sebagai suvervisor PLN Labuan pun mengatakan segala kendala menjadi tantangan tersendiri bagi dia dan timnya.

"Kendala kita kesulitan ambil material dan yang paling jadi kendala temen-temen lapangan yaitu isu tentang status gunung Krakatau ,yang buat teman-teman syok itu deburan ombak yang menghantam ke karang. Agak sedikit takut karena posisinya riskan juga," jelas dia.

Namun segala duka dan kendala tak membuat kinerja mereka kendur untuk mengaliri listrik ke korban bencana.

Teknisi PLN Ketar Ketir Pasang Listrik Pinggir Laut Pasca TsunamiFoto: Mustiana Lestari/detikcom

Oleh karena itu, di tengah carut marut berita tsunami yang beredar, Sigit merasa perlu menjaga agar timnya tetap aman.

"Saya punya kontak BNPB, BMKG untuk menenangkannya temen-temen jadi mereka hanya ikut komado saya aja kalau nggak ada apa-apa ya kita fokus kerja. kerja hanya satu suara aja,'' tegas dia.


Sebelumnya di Pandeglang dari 248 gardu distribusi yang padam, PT PLN (Persero) sudah berhasil memulihkan 243 gardu distribusi. Sisanya dinyalakan dengan genset dan yang lainnya tidak dinyalakan karena sudah tak berpenghuni.

Selain itu, PLN juga berhasil memperbaiki penyulang lain seperti penyulang Carita, penyulang Wisata, dan penyulang Labuan kota perbaikan telah mencapai 100%.

Dengan 310 personil gabungan yang dikerahkan dari PLN Banten, PLN Jakarta dan PLN Jabar, PLN juga berhasil menembus daerah-daerah yang sempat terisolir seperti Panimbang Kalicaah dan Sumur.


Tonton video 'Petugas PLN Berjibaku Perbaiki Listrik di Banten':

[Gambas:Video 20detik]

Pasang Listrik Pasca Tsunami Banten, Petugas PLN: Takut Ombak Naik
(ega/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com