ADVERTISEMENT

Pertamina Ngebor (Lagi) Sumur di Batumandi yang 43 Tahun Terbengkalai

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Minggu, 30 Des 2018 19:31 WIB
Foto: Herdi Alif Al Hikam/detikFinance
Langkat -
Anak usaha PT Pertamina (Persero), PT Pertamina EP, akan melakukan tajak atau pengeboran perdana sumur minyak di daerah Batumandi, Langkat, Sumatera Utara. Daerah Batumandi sendiri pernah dieksplorasi pertama kali kandungan minyaknya pada tahun 1974, dan terakhir dilakukan pemboran pada tahun 1975.
Awalnya daerah Batumandi diolah Pertamina dengan konsep Technical Assistant Contract (TAC) bersama PT. Putra Batumandi Petroleum. Lalu, diambil alih pengelolaannya kembali secara penuh oleh Pertamina sejak Mei 2017, karena kontrak TAC telah habis.
Setelah kembali ke tangan Pertamina, daerah Batumandi langsung diproyeksikan kembali setelah 43 tahun terbengkalai. Tahun ini Pertamina EP kembali mengeksplorasi kembali sumur di daerah Batumandi.
"Setelah balik ke tangan kita ya langsung saja kita proses, lewat data yang sudah ada kita dapatlah titik-titik (sumur) baru. Kita akan lakukan tajak tanggal 1 nanti, semoga bisa berhasil," ungkap Direktur PT Pertamina EP, Nanang Abdul Manaf, di acara sosialisasi sumur baru di Batumandi, Minggu (30/12/2018).
Daerah Batumandi sendiri, menurut Nanang, memiliki potensi minyak mentah sebesar 5,7 juta barrel. Nantinya, sumur baru yang akan ditajak di Batumandi akan dibor sedalam 2.726 m, dan rencananya selesai dalam waktu 58 hari.
"Disini potensinya lumayan besar untuk menggenjot produksi kita, totalnya sebesar 5,7 juta barrel. Kegiatan pemboran dilakukan selama 58 hari dengan kedalaman 2.726 meter, 35 hari untuk pemboran dan 23 hari komplesi" ungkap Nanang.
Daerah Batumandi sendiri masuk ke dalam wilayah kerja Asset I Pertamina EP. Tepatnya berada dalam lapangan migas Pangkalan Susu, Langkat, Sumatera Utara, dengan nama lokasi sumur BTM-B1.


(zlf/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT