"Pelaksanaan anggaran Kementerian ESDM membaik secara kuantitas maupun kualitas. Belanja untuk infrastruktur atau publik fisik sebesar 54% atau sekitar Rp 3,6 triliun untuk program dan kegiatan yang diperlukan masyarakat. Seperti untuk jaringan gas kota, konversi minyak tanah ke LPG, konverter kit untuk nelayan kecil, Penerangan Jalan Umum (PJU), Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) untuk masyarakat di daerah pelosok, juga Sumur Bor untuk daerah yang sulit air," papar Ego dalam keterangan tertulis, Selasa (1/1/2019).
Ia melanjutkan anggaran tersebut juga diikuti capaian realisasi penyerapan yang semakin membaik yakni di atas 87%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia pun mengapresiasi seluruh unit kerja atas capaian-capaian strategis yang menjadi cerminan tata kelola dan transpasrasi. Ia mencontohkan penghargaan dari KPK atas Laporan Hasil Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) di Kementerian ESDM yang mencapai 100%. Di samping itu Kementerian ESDM menjadi penghasil PNBP terbesar sekaligus sebagai pengelola Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) terbaik.
"Tahun ini luar biasa, banyak pencapaian di akhir tahun ini, salah satunya realisasi penyerapan anggaran sangat membaik, yang diprioritaskan untuk program-program untuk rakyat. Jadi, APBN yang dari rakyat, benar-benar kembali ke rakyat," tandas Ego.











































