Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 09 Jan 2019 10:51 WIB

RI Masuk Daftar 10 Negara Paling Tak Diminati Investor Energi

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Eduardo Simorangkir Foto: Eduardo Simorangkir
Jakarta - Indonesia masuk ke dalam 10 negara yang tidak menarik untuk melakukan investasi di sektor energi khusus. Hal itu tercatat dalam hasil survei tahunan Fraser Institute's.

Survei ke-12 Fraser Istitute's dilakukan kepada pihak eksekutif dan manajer di industri perminyakan mengenai hambatan investasi untuk hal eksplorasi dan fasilitas minyak dan gas (migas) di berbagai negara di dunia.

Mengutip laporan tersebut, Jakarta, Rabu (9/1/2019). Terdapat 256 responden yang berpartisipasi dalam survei tahun ini, survei dilakukan kepada 80 negara yang memegang 58% cadangan migas dunia dan menyumbang 68% para produksi global.

Hasil survei telah dihitung untuk menentukan peringkat negara hingga wilayah sesuai dengan tingkat hambatan dalam berinvestasi sektor migas.


Adapun, hambatan-hambatan tersebut sebagaimana dinilai oleh responden survei, termasuk tarif pajak yang tinggi, kewajiban regulasi yang mahal, ketidakpastian atas peraturan lingkungan, dan interpretasi dan administrasi peraturan yang mengatur industri perminyakan "hulu", serta kekhawatiran terhadap stabilitas politik dan keamanan personel dan peralatan.

Dalam laporan hasil survei tersebut, Indonesia masuk ke dalam 10 negara yang tidak menarik untuk investasi. Dimulai dengan yang terburuk, adalah Venezuela, Yaman, Tasmania, Victoria, Libya, Irak, Ekuador, New South Wales, Bolivia, dan Indonesia.

Sedangkan 10 negara maupun daerah paling menarik untuk investasi di seluruh dunia adalah Texas, Oklahoma, Kansas, Wyoming, Dakota Utara, Alabama, Montana, AS Lepas Pantai-Teluk Meksiko, Inggris - Laut Utara, dan Louisiana.

Selanjutnya, jika dilihat dari cadangan minyak terbesar terdapat 11 negara atau wilayah, namun lima yang paling menarik atau tidak ada hambatan investasi sama sekali adalah Texas, Rusia, Alberta, Mesir, dan Mozambik.

Alberta adalah satu-satunya yurisdiksi Kanada dalam kelompok yurisdiksi dengan kepemilikan cadangan besar. Venezuela adalah yurisdiksi yang paling tidak menarik untuk investasi secara global.

Dalam kelompok 36 yurisdiksi dengan cadangan menengah, 10 yang paling menarik untuk investasi adalah Oklahoma, Wyoming, North Dakota, US Offshore-Teluk Meksiko, Inggris-Laut Utara, Louisiana, Oman, Norwegia-Laut Utara, Norwegia-Lepas Pantai Lainnya (kecuali Laut Utara), dan New Mexico.

Dari 29 yurisdiksi dengan cadangan minyak dan gas terbukti yang relatif kecil, 10 pemain terbaik adalah Kansas, Alabama, Montana, Mississippi, Inggris-Lainnya Lepas Pantai (kecuali Laut Utara), Manitoba, Saskatchewan, Utah, Australia Selatan, dan Nova Scotia.

Yurisdiksi yang dievaluasi diberi skor pada masing-masing 16 pertanyaan yang berkaitan dengan faktor-faktor yang diketahui mempengaruhi keputusan investasi. Skor ini kemudian digunakan untuk menghasilkan "Indeks Persepsi Kebijakan" untuk setiap yurisdiksi yang mencerminkan sejauh mana hambatan terhadap investasi.


Berdasarkan analisis terhadap hasil survei perminyakan 2018 menunjukkan bahwa tingkat sentimen positif mengenai faktor-faktor utama yang mendorong keputusan investasi minyak bumi telah meningkat di banyak wilayah dunia,

Amerika Serikat tetap menjadi wilayah paling menarik untuk investasi secara global, diikuti oleh Eropa. Skor Kanada menurun tahun ini, menyebabkan wilayah ini turun satu tingkat ke wilayah keempat paling menarik di dunia untuk investasi. (hek/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed