Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 18 Jan 2019 20:00 WIB

Cara Inalum Perbanyak Ahli Tambang Putra Papua di Freeport

Nabilla Putri - detikFinance
Foto: Dok. Inalum Foto: Dok. Inalum
Jakarta - PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum dan Universitas Cendrawasih menandatangani Nota Kesepakatan (MoU) Kerja sama Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat serta Pengembangan Bidang Pertambangan, Industri dan Energi. Penandatanganan tersebut dilakukan di kantor Inalum Jakarta oleh Direktur Utama Inalum Budi Sadikin dan Rektor Universitas Cendrawasih (Uncen) Apolo Safanpo.

Penandatanganan itu juga disaksikan oleh Pembantu Rektor IV Fredrik Sokoy, Pembantu Rektor 2 Arung Lamba, dan Direktur Mining and Metals Industry Indonesia Ratih Amri.

"Salah satu mandat holding industri pertambangan adalah menguasai dan mengelola sumber daya alam. Untuk mencapai ini, perlu disiapkan sumber daya manusia yang mumpuni. Inalum mendirikan Mining and Metals Industry Indonesia (MMII) yang salah satu fungsinya adalah bersama universitas dan lembaga riset terkemuka mencetak dan mengembangkan kemampuan para ahli tambang di Indonesia. Kerja sama dengan Universitas Cendrawasih merupakan salah satunya," ungkap Budi Sadikin dalam keterangan tertulis, Jumat (18/01/2019).

Ia berharap dengan adanya kerja sama tersebut, sumber daya alam (SDA) yang ada di Papua dapat dikelola secara mandiri.


"Kami berharap dengan menyiapkan sumber daya manusia di Papua, ke depannya SDA juga bisa dikelola secara mandiri oleh putra putri Indonesia, khususnya putra putri Papua," tambah Budi.

Nota kerja sama tersebut bertujuan untuk mewujudkan pengelolaan pertambangan, industri dan energi nasional yang berkelanjutan melalui kerja sama di bidang pendidikan. Selain itu juga dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan di bidang pertambangan, industri dan energi.

"Kami mengapresiasi dan menyambut baik ajakan kerja sama di bidang tambang ini. Sumber daya alam di Papua sangat kaya, namun sumber daya manusianya terbatas. Jadi kami berharap kerja sama ini dapat membantu mengatasi kendala tersebut ke depannya," ungkap Apolo Safanpo di sela-sela penandatanganan MoU.

Ruang lingkup nota kesepakatan antara Inalum dan Uncen di antaranya meliputi penyusunan rekomendasi kebijakan strategis untuk mendukung pengelolaan pertambangan, industri, dan energi yang berkelanjutan. Selain itu juga mengembangkan pertambangan yang ramah lingkungan.


Saat ini MMII telah menandatangani nota kesepakatan dengan lembaga riset terkemuka dari Amerika Serikat, Massachusetts Institute of Technology Energy Initiatives (MITEI).

Kolaborasi tersebut dilakukan dalam rangka meningkatkan pengembangan teknologi energi rendah karbon dan pertambangan yang berkelanjutan. Kolaborasi dengan MITEI akan membantu Inalum mengembangkan proyek industri pertambangan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan namun berbiaya rendah.

Sebagai informasi, sebagai induk usaha holding industri pertambangan resmi dibentuk pada 27 November 2017 dimana Inalum menjadi induk usaha holding dan PT Aneka Tambang Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Timah Tbk, dan PT Freeport Indonesia sebagai anggota holding. Inalum memegang 65% saham PT Aneka Tambang Tbk, 65,02% saham PT Bukit Asam Tbk, 65% saham PT Timah Tbk, dan 51,2% saham PT Freeport Indonesia.

Terhitung hingga bulan Juni 2018, Inalum membukukan Pendapatan konsolidasi sebesar Rp 30,1 triliun, tumbuh 59% dari tahun lalu. Ebitda konsolidasi mencapai Rp 9,2 triliun, tumbuh 92% dari tahun lalu. Laba bersih konsolidasi mencapai Rp 5,3 triliun tumbuh 174% dari tahun 2017. (idr/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed