Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 23 Feb 2019 20:27 WIB

Cadangan Gas Jumbo Ditemukan di Sumsel, Kapan Mulai Produksi?

Raja Adil Siregar - detikFinance
Foto: Dok. SKK Migas-Repsol Foto: Dok. SKK Migas-Repsol
Musi Banyuasin -
Repsol secara resmi merilis hasil temuan cadangan gas baru sangat besar di lapangan gas Sakakemang, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Dari hasil temuan lumbung gas raksasa itu, kapan Repsol mulai produksi?

"Untuk menyelesaikan fasilitasnya kami butuh waktu sekitar 3-8 tahun agar bisa produksi," ujar Senior Manager of Public Relation SKK Migas Sumsel, Andi, ketika ditemui di Musi Banyuasin, Sabtu (23/2/2019).

Rentang waktu pembangunan fasilitas tergantung dari hasil perhitungan bersama pemerintah. Bahkan dirinya menyebut dalam waktu dekat bakal dilakukan pengeboran lagi pada Sumur Kali Berau Dalam (KBD) 3X.

"Mohon doanya. Setelah KBD 2x ini kami rencananya mau melakukan pengeboran lanjutan KBD 3X bulan Desember supaya hasilnya terukur dengan baik. Lokasinya tidak jauh dari KBD 2X," kata Andi.


Cadangan gas baru dengan jumlah yang besar ini ditemukan di KBD 2X mencapai 2 triliun kaki kubik (TCF). Lokasinya ada di blok Sakakemang Desa Tampang Baru, Kecamatan Bayung Lencir di lahan seluas sekitar 4,7 hektare (ha).

"Lahan yg pernah diajukan ke SKK Migas di era Talisman adalah seluas 4,7 hektar. Untuk digunakan sebagai sekaligus jalan akses dan lokasi sumur KBD 2X. Di mana batas wilayahnya di bagian utara, selatan dan timur adalah perkebunan sawit atau karet. Sementara di bagian barat semak belukar," kata Andi.

Terkait kemana hasil produksi nantinya bakal disalurkan, Andi mengaku belum dapat memastikan. Namun masyarakat Musi Banyuasin dipastikan akan dapat menikmati gas alam tersebut.

"Kami masih mencari dulu kemana gas akan dialirkan. Apakah ke masyarakat, PLN atau ke pasar industri di luar negeri. Tapi yang jelas masyarakat sekitar akan juga menikmati," tegasnya.


Sementara Bupati Musi Banyuasin, Dodi Reza Alex mengaku sangat bersyukur atas temuan lumbung gas di wilayahnya. Apalagi lumbung gas itu masuk dalam penemuan 5 terbesar di dunia.

"Kita bersyukur atas ditemukannya blok gas ini dan masuk 5 besar penemuan di dunia. Jadi memang selama ini wilayah Musi Banyuasin menjadi lumbung gas," kata Dodi.

"Ini adalah berkah bagi Musi Banyuasin, tetapi juga musibah kalau tidak dikelola dengan baik. Gas merupakan salah satu sumber yang memberikan sumbangsih untuk pembangunan di Musi Banyuasin dan PAD pasti ya meningkat signifikan," kata Dodi.


Untuk itu, dia berharap ke depan seluruh masyarakat Musi Banyuasin mendapat manfaat langsung setelah ada temuan lumbung gas raksasa ini. Bahkan dirinya berkomitmen untuk menjaga objek vital yang sangat strategis.

"Kami komitmen untuk mendukung dan menjaga proses penemuan gas sampai produksi dengan baik. Kami juga sudah siap menjaga wilayah ini karena menjadi proyek strategis nasional dan objek vital negara," katanya.

"Saya ingin nanti tenaga lokal dilibatkan saat beroperasi. Saya pastikan ini nanti ada 'kota baru' dan masyarakat ya harus benar-benar terlibat maksimal," tutupnya.
(ras/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed