Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 23 Mar 2019 19:00 WIB

Lewat Air Bersih dan Listrik, Jonan Ingin Kualitas Hidup di NTT Membaik

Raras Prawitaningrum - detikFinance
Foto: ESDM Foto: ESDM
Kupang - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, meresmikan beberapa pembangunan infrastruktur sektor ESDM di Nusa Tenggara Timur (NTT). Adapun pembangunan infrastruktur tersebut meliputi Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJU-TS), Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE), dan sumur bor air tanah.

"Arahan bapak presiden bahwa APBN yang notabene uang rakyat harus dikembalikan kepada rakyat. Kedua, pembangunan harus berkeadilan sosial. Saya datang ke sini (NTT) karena daerah ini butuh mendapatkan perhatian yang lebih baik," kata Jonan dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (23/3/2019).

Ia mengatakan hal tersebut saat meresmikan pembangunan infrastruktur di Kelurahan Kelapa Lima, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, Sabtu (23/3/2019).

Jonan mengatakan kedatangannya melihat kondisi NTT secara langsung karena rasio elektrifikasi di NTT masih tergolong rendah.


"Provinsi NTT untuk rasio elektrifikasi paling rendah. Saya memerintahkan PLN akan mati-matian untuk memenuhi 90%," tegasnya

Pada 2018, 1.034 titik PJU-TS terpasang di Kota Kupang (175 titik) dan Kabupaten Belu (425 titik). Rencananya, akan ditambahkan 2.000 titik PJU-TS pada tahun ini di NTT.

"Ini 10% dari rencana nasional di 2019 sekitar 21.839 titik. Pentingnya supaya jalan-jalan umum lebih terang dan tagihan listriknya lebih hemat," jelas Jonan.

Untuk pembangunan LTSHE, NTT merupakan salah satu wilayah yang mendapat alokasi pemasangan LTSHE sebanyak 4.284 unit yang tersebar pada 9 kabupaten. Kabupaten tersebutM antara lain Ende (89 unit), Flores Timur (555), Lembata (231), Alor (274), Sumba Timur (1.488), Sumba Tengah (532), Timor Tengah Selatan (766), Timor Tengah Utara (115), dan Belu (234).


Sementara untuk pembangunan sumur bor air tanah telah dibangun 11 unit yang tersebar di 5 kabupaten NTT pada 2018. Pembangunan tersebut dengan kapasitas produksi air bersih mencapai 581 ribu m3/tahun,yang mampu melayani 25,6 ribu jiwa penduduk.

"Air bersih ini penting sekali. Kalau nggak ada lampu, bisa pakai lilin untuk penerangan, tapi kalau nggak ada air bersih, pakai apa? Apalagi banyak daerah NTT sulit air," katanya.

Adapun daerah yang mendapatkan layanan air bersih dengan anggaran mencapai Rp 3,2 miliar dengan kedalaman antara 57-165 dan pompa selam 3 PK antara lain Kabupaten Belu (Desa Bardao Kec. Atambua Barat, Desa Tulamalae Kec. Atambua Barat, Desa Umanen Kec. Atambua Barat, Desa Fatukbot Kec. Atambua Selatan (2 unit, dan Desa Tukuneno Kec. Tasifeto Barat), Kabupaten Malaka (Desa Kapitan Meo, Kec. Laenmanen), dan Kabupaten Timor Tengah Utara (Desa Haulasi, Kec. Miomaffo Barat).

Adapun tiga unit sumur bor lainnya, yaitu Desa Pura Timur Kec. Pulau Pura Kab. Alor, Desa Bolatena Kec. Landu Leko Kab. Rote Ndao, dan Desa Oebela Kec. Rote Barat Laut, Kab. Rote Ndao yang sebelumnya sudah diresmikan pada 28 Februari 2019 di Rote Ndao.

Tahun ini, NTT akan mendapatkan tambahan 50 unit yang mampu melayani 150 ribu hingga 200 ribu jiwa warga. "Pembangunan tersebut supaya mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat NTT," pungkas Jonan. (idr/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com