Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 25 Mar 2019 13:41 WIB

PTBA Targetkan Keruk 3,8 Juta Batu Bara Kalori Tinggi di 2019

Akfa Nasrulhaq - detikFinance
Foto: ANTARA FOTO/Nova Wahyudi Foto: ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
Muara Enim - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) akan memproduksi batu bara kalori tinggi (high calorie value/HCV) pada tahun 2019 ini sebesar 3,8 juta ton. Angka ini lebih tinggi dari HCV yang telah diproduksi pada tahun 2018 yang masih di bawah 1 juta ton.

"Di tahun 2019 ini kita akan memproduksi HCV lebih banyak dari tahun sebelumnya. Bila di tahun lalu masih memproduksi di bawah satu juta ton, di tahun ini kita akan lebih dari 3 juta ton. Ini karena respon dari premium market untuk HCV masih sangat bagus," ujar Sekretaris Perusahaan PTBA, Suherman, dalam keterangan tertulis, Senin (25/3/2019).

Suherman menambahkan, PTBA menyasar premium market dalam penjualan batu bara kalori tinggi ini. Salah satunya adalah Jepang, di mana PTBA telah cukup lama memasok batu bara kalori tinggi ke Jepang dan telah memiliki buyer eksisting di sini. Selain itu, PTBA juga menyasar premium market lainnya di beberapa negara seperti Taiwan, Srilanka, dan Philipina.

Hingga kini, lanjut Suherman, PTBA telah memegang kontrak jual beli batu bara kalori tinggi ke pasar Srilanka, Taiwan, Filipina dan Jepang. Batu bara kalori tinggi sendiri merupakan batu bara yang cukup langka dan memiliki nilai jual yang tinggi.


Peningkatan produksi batu bara kalori tinggi ini salah satunya didukung dengan penambahan kapasitas angkutan batu bara dari Tanjung Enim ke Dermaga Kertapati menjadi 5 juta ton pada tahun ini. Dengan penambahan kapasitas angkutan batu bara, akan meningkatkan jumlah pengiriman batu bara kepada buyer.

Di tahun sebelumnya, produksi batu bara kalori tinggi PTBA telah mendorong kenaikan laba bersih perusahaan menjadi sebesar Rp 5,02 triliun pada tahun 2018. Kenaikan laba bersih sebesar 12,23% dari tahun 2017 sebesar Rp 4,47 triliun ini juga didorong dengan kenaikan pendapatan usaha dari penjualan ekspor dan efisiensi berkelanjutan.

Menurut Suherman, pada 2018 produksi batu bara mengalami kenaikan 2,12 juta ton dan penjualan ekspor batu bara PTBA meningkat lebih dari 1,54 juta ton dari tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut merupakan upaya dari strategi manajemen dalam mengoptimalkan peluang pasar ekspor ke beberapa negara Asia di tengah pembatasan impor Cina. Tak hanya itu, keberhasilan peningkatan kinerja tahun 2018 juga didorong oleh optimasi penjualan ekspor batu bara kalori tinggi ke premium market.


Untuk tahun 2019, lanjut Suherman, PTBA menargetkan produksi batu bara sebesar 27,26 juta ton termasuk di dalamnya produksi batu bara berkalori tinggi. PTBA optimis dengan menaikkan produksi angkutan batu bara di tahun ini akan semakin meningkatkan kinerja perusahaan pada tahun 2019. (idr/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com