Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 06 Apr 2019 16:50 WIB

BBM Satu Harga Layani Masyarakat di Pedalaman Aceh

Nabilla Putri - detikFinance
Foto: ESDM Foto: ESDM
Gayo Lues - Pemerintah memastikan program Bahan Bakar Minyak (BBM) Satu Harga terus bergulir, terutama bagi wilayah perbatasan. Seperti halnya masyarakat di Kabupaten Gayo Leus, Aceh akhirnya bisa menikmati BBM satu harga setelah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meresmikan dua SPBU modular.

Deputi Operasi Satuan Kerja Khusus Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Fatar Yani Abdurrahman menyatakan peresmian BBM Satu Harga di Gayo Leus merupakan bentuk komitmen Pemerintah dalam mewujudkan keadilan akses energi, dengan terus mendistribusikan BBM ke wilayah-wilayah yang selama ini sulit untuk dijangkau.

"Kami berharap dengan adanya lembaga penyalur ini dapat mendorong perekonomian masyarakat Gayo Leus lebih baik," kata Fatar dalam keterangannya, Sabtu (6/4/2019).

Saat peresmian di SPBU Modular 15.246.56 Terangun, kehadiran BBM satu harga disambut antusias oleh warga Desa Tungel, Reje Pudung dan sekitarnya yang ada di Kabupaten Gayo Lues.


Mereka dapat menikmati BBM dengan harga yang sama dan terjangkau seperti di pulau Jawa dan kota-kota besar lainnya di Indonesia, yaitu solar sebesar Rp 6.450/liter dan premium Rp 5.150./liter. Sebelumnya, bertahun-tahun mereka rata-rata membeli BBM jenis Premium dengan harga Rp 9.000 serta Solar 7.000/liter.

SPBU Modular 15.246.54 Kecamatan Rikit Gaib merupakan titik ke 129, sementara titik ke 130 berada di SPBU Modular 15.246.56 Kecamatan Terangun. Kedua SPBU Modular tersebut merupakan bagian dari 133 lembaga penyalur BBM yang telah beroperasi sejak dimulainya Program BBM Satu Harga pada tahun 2017 lalu.

Secara total, kehadiran SPBU Program BBM Satu Harga di kedua desa tersebut merupakan titik ke-2 dan 3 di Provinsi Aceh. Sebelumnya, pada 2018 BBM 1 Harga telah hadir di Pulau Banyak.

Sebagai informasi, Desa Tungel dan Desa Reje Pudung termasuk dalam wilayah 3 T (Tertinggal, Terluar dan Terdepan). Untuk mencapai kedua desa tersebut harus menempuh perjalanan udara selama 45 menit dari Bandara Kualanamu Medan. Kemudian dilanjutkan dengan jalan darat dengan waktu tempuh kurang lebih 4 jam.


Turut hadir dalam acara peresmian tersebut, Bupati Gayo Lues H. Muhammad Amru, Direktur Bionenergi Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi Andriah Feby Misna, Tenaga Ahli Menteri Kasminto dan Marketing Brand Manager Aceh PT Pertamina (Persero) Awan Raharjo. (idr/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed