Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 15 Mei 2019 20:14 WIB

Harga Minyak Diperkirakan Turun ke US$ 65 per Barel

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Ilustrasi/Foto: BBC Ilustrasi/Foto: BBC
Jakarta - Harga minyak mentah dunia saat ini melonjak sampai US$ 71 per barel. Meski begitu, harga minyak tersebut diproyeksi kembali turun.

Head of Industry and Regional Research Bank Mandiri, Dendi Ramdani memperkirakan harga minyak mentah tahun ini akan bergerak pada level US$ 65-70 per barel. Dia menjelaskan, tingginya harga minyak lantaran ada kekhawatiran terutama sejak berlakunya sanksi kepada Iran.

"Berkaitan dengan minyak terakhir ini US$ 71 ada kekhawatiran tensi yang meningkat terutama diberlakukannya sanksi ekonomi ke Iran sejak 1 Mei, sebelum ada sanksi kemudian di negosiasi terutama China dan India," katanya di Plaza Mandiri, Jakarta, Rabu (15/5/2019).


"Tahun lalu ada sanksi, tapi India dan China nggak mau ikut, mereka tetap mau impor. Sejak 1 Mei diberlakukan secara full itulah yang menyebabkan harga minyak naik di atas US$ 70," sambungnya.

Meski begitu, dia bilang, tingginya harga minyak tak akan berlangsung lama. Sebab, sanksi Amerika Serikat (AS) dianggap tidak kredibel. Kemudian, hubungan AS dan China sedang renggang sehingga China bakal tak mengikuti sanksi tersebut.

"Jadi kalau kita berpandangan shock sementara, pertama sanksi itu tidak kredibel hanya AS sendiri. Kedua, China tensinya tinggi dengan AS kemungkinan tidak nurut," ujarnya.


Kemudian, menurutnya, negara produsen minyak kemungkinan akan menggenjot produksi menyikapi tingginya harga minyak.

"Satu lagi, produsen oil AS dan non OPEC akan merespons dengan meningkatkan produksi," tutupnya. (ara/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com