Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 20 Mei 2019 23:10 WIB

Tambang Pongkor Habis 2021, Antam Cari Cadangan Emas Baru

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Foto: Muhammad Idris Foto: Muhammad Idris
Jakarta - Tambang emas milik PT Aneka Tambang (Antam) di Gunung Pongkor, Bogor diproyeksikan akan segera habis. Kontrak eksplorasi di wilayah tambang ini sendiri akan habis pada 2021 mendatang.

Direktur Utama Antam, Arie Prabowo Arietedjo mengatakan meskipun sudah mau habis pihaknya masih mencoba melakukan eksplorasi di Tambang Pongkor.

"Emas di pongkor sendiri sih kami ada eksplorasi lagi sebetulnya mudah-mudahan sih ada lagi ketemu lagi ya. Kita juga ada potensi lagi ya cuman di bawah hutan lindung di sana," kata Arie di Restoran Patio, Jakarta, Senin (20/5/2019).


Antam menurut Arie bisa saja menambah izin eskplorasi di Pongkor. "Cuma 2021 kan izinnya aja ya jadi 2021 balik lagi ke Antam apakah mau di-expand lagi izinnya," pungkas Arie.

Selain itu, Arie mengatakan Antam sedang berusaha membuka tambang baru di daerah Papandayan, Jawa Barat.

"Nah unit biologis baru buka lagi konsesi tambang di Papandayan, Arinem namanya itu. Potensinya nggak banyak ya, sumber daya baru kebuka. Saya lupa berapa," kata Arie.

"Nggak banyak lah cadangannya, tapi minimal bisa melanjutkan beberapa tahun," tambahnya.


Arie pun menyebutkan pihaknya berencana mengeksplor emas di tanah Papua. Menurut penuturannya daerah yang akan dieskplorasinya berada di dekat tambang PT Freeport Indonesia.

"Kita tawarkan juga, pertambangan emas di Papua itu. Tentu itu kan perbatasan dan sejajar dengan belt PT Freeport. Biaya dan teknologinya cukup tinggi," ungkap Arie.

Untuk itu Arie sendiri sedang menjajaki kerja sama dengan perusahaan tambang asal Cina,
China Minmetals Corporation (CMC). Namun, perjanjian itu belum ada hitam di atas putih, Arie baru mengundang pihak Minmetal untuk melihat medan saja.

"Karena kita mau strategic partner karena medannya susah, kerjain disana aja mesti naik helikopter. Responnya sih bagus ya, cuma mungkin mereka mau liat dulu," kata Arie.

"Kemarin kita undang mereka ibaratnya 'mau nggak lo invest ke gue'," tambahnya.


Untuk realisasi produksinya sendiri tambang di Papua menurut Arie masih baru mau akan dieksplorasi. Butuh setidaknya 4-5 tahun untuk mendapatkan cadangan emas disana.

"Yang Papua masih lama itu baru mulai eksplorasi butuh 4-5 tahun lagi buat produksi. Baru dibuka ijin hutannya," ungkap Arie. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com