Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 06 Jun 2019 14:05 WIB

Kelebihan Pasokan, Harga Minyak AS Merosot

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Ilustrasi minyak dunia/Foto: Reuters Ilustrasi minyak dunia/Foto: Reuters
Jakarta - Harga minyak di Amerika Serikat (AS) kembali merosot, ini terjadi akibat ketidakpastian ekonomi dan kelebihan pasokan minyak mentah dunia. Mengutip CNN Business disebutkan memang minyak sebagai komoditas di dunia sedang mengalami boom to boost atau sempat mengalami lonjakan yang tinggi namun turun kembali.

Pada Rabu harga minyak AS tercatat US$ 51,68 per barel atau turun 3,4% dibandingkan periode sebelumnya. Penurunan ini sangat tinggi jika dibandingkan dengan harga jual April 2019 yang mencapai US$ 66,30 per barel.

Analis energi Rabobank, Ryan Fitzmaurice menjelaskan tak ada indikator yang menunjukkan jika harga minyak bisa kembali meningkat. "Tidak ada yang bisa menunjukkan ke arah bullish," ujar Ryan, dikutip dari CNN Business, Rabu (6/6/2019).



Dia menyampaikan, persediaan minyak AS memang mengalami lonjakan hingga 6,8 juta barel pada pekan lalu. Saat ini stok minyak AS kelebihan 6% hingga tahun ini. Selain minyak, produksi bensin juga membengkak.

Analis Scotia Capital, Michael Loewen menjelaskan banjirnya jumlah pasokan minyak ini dapat menjadi hal yang buruk untuk AS. Apalagi di tengah perang dagang antara AS dan China yang semakin tegang.

"Harga minyak AS mulai turun karena kekhawatiran perang dagang dengan China, selain itu ketegangan dengan Meksiko juga akan mengancam ekonomi global," ujar dia.

Loewen mengungkapkan ada hal yang aneh, harga minyak AS terus merosot di tengah harga saham yang terus melonjak. Dia menyampaikan hal tersebut karena ekonomi makro AS yang melemah. Selain itu juga melejitnya pasar saham di AS terjadi karena pada awal 2019 lalu resesi AS mulai mereda dan OPEC memutuskan untuk menahan produksi.


Produksi minyak juga didorong oleh sanksi AS terhadap Venezuela dan Iran. "Pergerakan harga tersebut sangat cepat, kami melihat harga masih akan bergerak liar," jelas dia (kil/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed