Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 04 Jul 2019 22:30 WIB

Gunakan Gas Bumi, Kalimantan Jadi Kawasan Green Energy

Umu Sofuroh - detikFinance
Ilustrasi/Foto: dok. PGN Ilustrasi/Foto: dok. PGN
Jakarta - Salah satu manfaat pengembangan gas bumi di Kalimantan yaitu mewujudkan Kalimantan menjadi kawasan Green Energy. Penggunaan gas bumi dinilai lebih ramah lingkungan dibandingkan sumber energi yang lain. Hal tersebut disampaikan oleh Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Jugi Prajogio.

Jugi merupakan salah satu narasumber dalam acara Focus Group Discussion (FGD) Pemenuhan Kebutuhan Energi di Kalimantan dalam Rangka Pemindahan Ibukota Republik Indonesia, yang diadakan di Grand Zury, Kamis (4/7/2019). Dia berkata bahwa pipa gas transmisi yang akan menyambungkan seluruh provinsi di Kalimantan akan memberikan dampak yang baik.

"Misal kalo kita pakai gas dibanding energi yang lain bisa lebih baik kan. Artinya polutannya lebih sedikit dibandingkan diesel ataupun batu bara. Rencana pemerintah itu, pipa yang tersambung untuk seluruh provinsi di Kalimantan. ada Kaltim Kalsel Kalbar," ungkapnya.

Dengan rencana pemindahan ibukota negara, apabila disepakati untuk mewujudkan Green Energy di Kalimantan, maka terdapat potensi demand gas bumi sebesar 1.222,92 MMSCFD. Dengan potensi ini, Jugi ingin badan usaha khususnya di bidang niaga harus lebih agresif lagi mencari potensi pasar di masing-masing provinsi yang bisa dibentuk menjadi gas.


Senada dengan Jugi, Fanshurullah Asa selaku Kepala BPH Migas mengatakan bahwa potensi ketersediaan gas di Kalimantan sangat besar. Sedangkan dari sisi demand, Fanshurullah berpendapat lebih baik gas bumi digunakan untuk Kementerian Dalam Negeri dibanding harus diekspor.

"Apalagi fakta hari ini, dari 1,6 juta barel yang dibutuhkan di Indonesia, 750 ribu barel kita impor. Jadi kalau ini bisa diganti dengan gas yang lebih murah maka pertumbuhan ekonomi bisa tercapai dengan baik dan bisa menghemat," ungkapnya.

Fanshurullah menambahkan, selain menjadikan Kalimantan sebagai kawasan Green Energy, ada manfaat lain yang akan dirasakan jika rencana pembangunan pipa trans Kalimantan ini terus dilanjutkan. Di antaranya yaitu tercapainya ketahanan dan kedaulatan energi nasional. Efeknya yaitu roda perekonomian akan berjalan lancar dan kesejahteraan masyarakat meningkat.

Kedua, pembangunan pipa transmisi ini juga akan membantu pemerintah dalam pemenuhan energi dan pemanfaatan gas bumi dalam negeri sesuai dengan Rencana Induk Jaringan Transmisi dan Distribusi Gas Bumi Nasional.


"Kemudian, dengan menyambungkan jaringan pipa gas bumi wilayah Kalimantan (Trans Kalimantan), kebutuhan gas bumi di sektor industri, pembangkit listrik hingga kebutuhan jaringan gas rumah tangga dan komersial di Kalimantan akan terpenuhi," pungkasnya.

Simak Video "Jaringan Gas Tekan Impor LPG Hingga Rp 216 M dalam Setahun"
[Gambas:Video 20detik]
(idr/mpr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com