Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 09 Jul 2019 12:26 WIB

SKK: Ada Potensi Hemat Pemeliharaan Fasilitas Migas Rp 1,2 T

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto. Foto: Dok. SKK Migas Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto. Foto: Dok. SKK Migas
Jakarta - Realisasi lifting migas hingga Juni 2019 mencapai 89% dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar 2 juta bopd. Total lifting migas sebesar 1,8 juta barel setara minyak per hari (boepd) dengan rincian lifting minyak 752 ribu barel per hari (bopd) dan lifting gas 1,06 juta boepd.

Target lifting migas 2019 diproyeksikan tercapai di semester dua tahun 2019 mengingat 8 dari 11 proyek akan onstream di semester dua tahun 2019.

"Di tengah perkembangan dunia yang sangat pesat serta kebutuhan atas energi minyak dan gas yang semakin meningkat, penggunaan teknologi dalam usaha hulu merupakan sebuah keharusan dimana kerumitan area operasi dann eksplorasi juga semakin menantang," kata Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto dalam pembukaanForum Fasilitas Produksi Migas (FFPM) 2019 di Hotel PO Semarang seperti, Selasa (9/7/2019), seperti dikutip dari siaran pers.

FFPM merupakan acara tahunan yang diselenggarakan Ikatan Ahli Fasilitas Produksi Minyak dan Gas Bumi bersama SKK Migas.Temanya kali ini adalah 'Inovasi dan Transformasi Fasilitas Produksi Migas Menyongsong Era Industri 4.0.'

"Industri hulu migas membutuhkan sebuah transformasi dan diversifikasi usaha. Bukan hanya sekedar mencari dan memproduksikan migas saja, namun harus memperhatikan hal-hal yang menjadi kebutuhan dari pasar energi, tuntutan terhadap penggunaan energi yang lebih bersih, dan lain sebagainya," tambah Dwi.

Salah satu transformasi dalam kegiatan operasi hulu migas yang akan diaplikasikan pada tahun ini adalah Integrated Operation Center (IOC). IOC merupakan sebuah sistem integrasi data yang mencakup beberapa aplikasi/layanan pengelolaan kinerja operasi Kontraktor Kontrak Kerja Sama.

Layanan dan aplikasi yang tergabung di dalam IOC antara lain Integrated Operation System (SOT) for Production Dashboard, Oil and Gas Lifting Dashboard, Stock Management Dashboard, Plant Information Management System (PIMS), Facility Maintenance Monitoring and Project Monitoring, Vessel Tracking Information System (VTIS), Real Time Drilling Operation, dan Emergency Response Center (ERC).

Salah satu manfaat IOC adalah optimalisasi perencanaan pemeliharaan fasilitas karena terbukanya data secara terintegrasi. Dengan optimalisasi perencanaan di awal tahun kegiatan operasi pemeliharaan fasilitas berpotensi mengefisiensi anggaran sebesar US$ 84 juta atau sekitar Rp 1,21 triliun (kurs Rp 14.500 per dolar AS) di 2019.

FFPM 2019 diselenggarakan selama tiga hari pada 9-11 Juli 2019 dalam bentuk konferensi, focus group discussion (FGD), business forum, dan pameran. FFPM tahun ini menghadirkan keynote speaker Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ego Syahrial dan Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Haris Munandar.

Konferensi pada hari pertama menghadirkan narasumber tamu seperti Purnomo Yusgiantoro, serta pembicara dari Pertamina, Petronas, BP Global, dan para praktisi migas lainnya.


Pada hari kedua akan dilakukan serangkaian diskusi paraleldalam tiga ruangan yang membahas: Project, Design & Technology, serta Maintenance 4.0. Para pembicara pelaku industri kelas dunia siap berbagi kisah sukses dan implementasi teknologi 4.0 di bidangnya masing-masing, termasuk di antaranya Digitalisation Transformation, System and Collaboration Tools for Project, Unified Design Engineering, Real Equipment Trouble Shooting, dan Engine Health Management.

Hari terakhir akan diisi dengan Business Forum yang menampilkan pembicara dari Kementerian Perindustrian, Kementerian Komunikasi dan Informatika, dan Kementerian ESDM dengan tema 'Strategi Kebijakan Nasional dan Repositioning Industri Migas Indonesia Menghadapi Industri4.0'.

Selain forum diskusi, FFPM juga akan menggelar pameran perkembangan aplikasi keilmuan dan teknologi fasilitas produksi migas termasuk di dalamnya teknologi penunjang fasilitas produksi berbasis internet of things (IoT), big data, artificial intelligence, dan sebagainya dari para penyedia barang dan jasa migas.

Peserta Pameran yang juga merupakan pendukung utama acara FFPM di antaranya PT Pertamina EP Cepu, PT MIPCON Prima Industri, PT. Navita OrigoSolutions, BP Indonesia, dan Indoturbine. Selain aplikasi teknologi barujuga diutamakan material dan peralatan pabrikan lokal dengan semangat untuk turut mendukung pengutamaan produk dalam negeri melalui pemberian kesempatan industri dalam negeriuntuk berpartisipasi lebih banyak dalam proyek-proyek migas.


Rincian Proyek Onstream di Tahun 2019

1. Terang Sirasun Batur Phase 2
(Est. Produksi: MMscfd)
Kangean Energy Indonesia Ltd.
Sudah onstream 10 Maret 2019
(est. Investasi: US$ 62 Juta)
Onstream

2. Seng Segat
(Est. Produksi: 60 MMscfd)
EMP Bentu Ltd.
Sudah onstream 14 Mei 2019
(est. Investasi: US$ 62 Juta)
Onstream

3. Ario-Damar-Sriwijaya Phase-2
(Est. Produksi: 20 MMscfd)
PT. Tropik Energi Pandan
84% (Aktual)
(est. Investasi: US$ 11 Juta)
Juli 2019 (Q3)

4. Suban Compression
(Est. Produksi: 100 MMscfd, untuk pertahankan produksi existing tetap sekitar 780 MMscfd)
ConocoPhillips (Grissik) Ltd.
97,58% (Aktual)
(est. Investasi: US$ 440 Juta)
Aug 2019 (Q3)

5. YY
(Est. Produksi: 4,605 bopd (OIL), 25.5 MMscfd (GAS))
PHE ONWJ
78,07% (Aktual)
(est. Investasi: US$ 56 Juta)
Oct 2019 (Q4)

6. Buntal-5
(Est. Produksi: 45 MMscfd)
Medco E&P Natuna Ltd.
40,62% (Aktual)
(est. Investasi: US$ 33 Juta)
Nov 2019 (Q4)

7. Bison-Iguana-Gajah Puteri
(Est. Produksi: 80 MMscfd)
Premier Oil Natuna Sea B.V
39,96% (Aktual)
(est. Investasi: US$ 171 Juta)
Nov 2019 (Q4)

8. Temelat
(Est. Produksi: 10 MMscfd)
PT. Medco E&P Indonesia
58,70% (Aktual)
(est. Investasi: US$ 11 Juta)
Nov 2019 (Q4)

9. Panen
(Est. Produksi: 2000 bopd)
PetroChina International Jabung Ltd.
19,33% (Aktual)
(est. Investasi: US$ 17 Juta)
Nov 2019 (Q4)

10. Kedung Keris
(Est. Produksi: 3,800 bopd)
ExxonMobil Cepu Ltd.
62,9% (Aktual)
(est. Investasi: US$ 72 Juta)
Des 2019 (Q4)

11. Bukit Tua Phase-3
(Est. Produksi: 3,182 bopd (OIL), 31 MMscfd (GAS))
Petronas Carigali Ketapang II Ltd.
70% (Aktual)
(est. Investasi: US$ 15 Juta)
Des 2019 (Q4)

Simak Video "Jaringan Gas Tekan Impor LPG Hingga Rp 216 M dalam Setahun"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com