Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 17 Jul 2019 16:48 WIB

Arcandra Cerita Diprotes Pengusaha Alat Industri Migas, Soal Apa?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Foto: dok. Wamen ESDM Foto: dok. Wamen ESDM
Jakarta - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar bercerita bahwa dirinya menerima keluhan dari pengusaha penunjang industri migas soal tender alat industri.

Arcandra bercerita dirinya mendapat protes dari para pengusaha penunjang industri migas mengenai fungsi Surat Kemampuan Usaha Penunjang (SKUP) industri migas.

Dia bercerita setahun sebelumnya pihaknya telah menghapuskan Surat Keterangan Terdaftar (SKT) untuk memangkas rantai industri migas. Laporannya, pengusaha diminta mengurus SKUP padahal tidak wajib.

"Sejak tahun lalu lalu kita hapus SKT, itu dalam rangka meminimalisir rantai industri migas. Setelah dihapus sebagian besar ada yang bilang suruh mengurus SKUP, ada yang bilang kalau nggak ada SKT harus ada SKUP," kata Arcandra di kantornya, Rabu (17/7/2019).


"Nah sekarang kita luruskan SKUP itu nggak wajib," tegasnya.

Arcandra mengatakan SKUP hanya diwajibkan untuk usaha penunjang industri migas yang menggunakan produk pabrikan lokal.

"SKUP ini berikan apresiasi produk dalam negeri, wajib untuk produk dalam negeri. Jadi kalau bapak (pengusaha penunjang migas) nggak punya produk dalam negri, langsung ajukan tender dengan SKK Migas," kata Arcandra.


Masalah lain yang muncul menurut Arcandra adalah lamanya pengurusan SKUP. Saat bertanya langsung ke para pengusaha, jawaban beragam mulai dari 2 minggu hingga 3 bulan, padahal harusnya 3 hari.

"Memang berapa lama sih ngurusnya, ngomong saja? Prosedur berapa lama harusnya? 3 hari pak," kata Arcandra.

Arcandra menegaskan untuk masalah lambatnya pengurusan SKUP, dirinya akan segera melaunching pendaftaran online yang terintegrasi untuk izin usaha di Kementerian ESDM.

"Dalam beberapa minggu lagi kita akan launching OSS across the board, minerba gatrik EBTKE, dan migas. Format sama akan dirilis akhir tahun semua perijinan online," ungkap Arcandra.

Simak Video "Wamen Arcandra Beberkan Dampak Kenaikan Dolar dan Impor Minyak "
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com