Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 19 Jul 2019 06:15 WIB

Debat Panas Jonan dan Komisi VII Soal BBM dan Listrik

Danang Sugianto - detikFinance
1 Dialog Jonan dan Komisi VII soal BBM Satu Harga
Halaman 2 dari 3
Foto: Lamhot Aritonang Foto: Lamhot Aritonang

Salah satu Anggota Komisi VII, Ari Yustina menyindir soal program unggulan pemerintah di bidang energi yakni BBM satu harga. Menurutnya program itu tidak berjalan baik.

Ari mengaku menemukan program BBM satu harga di dapilnya Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara tidak berfungsi. Dia menembukan SPBU BBM satu harga tidak memiliki stok.

Hal itu disampaikannya langsung di depan Menteri ESDM dalam rapat kerja di ruang rapat Komisi VII, Jakarta, Kamis (18/7/2019).

"BBM satu harga masih jalan Pak Menteri. Tapi (BBM-nya) kadang ada, kadang enggak ada. SPBU-nya ada, tapi minyaknya enggak ada. Jadi kita ngapain resmikan BBM satu harga," ujarnya.

Menurut Ari jika program BBM satu harga tidak dilakukan secara maksimal atau penerapannya tidak menyeluruh lebih baik dibatalkan. Sebab masyarakat berharap besar atas program tersebut, khususnya masyarakat di daerah terpencil.

"Ya jangan hanya resmikan BBM satu harga tapi engga berfungsi. Kasihan mereka yang sudah berharap. Masyarakat Kaltara berharap, setidaknya bisa terealisasi lah," tegasnya.

Jonan pun bertanya balik kapan Ari menemukan hal itu. Dia juga meminta bukti. Hingga terjadi percakapan di antara keduanya saat rapat berlangsung.

"Kapan ibu ke sana?" tanya Jonan.

"Saya cek itu 2018 bulan 9, tanggalnya saya lupa," jawab Ari.

"Ibu datang cuma sekali? Mungkin pasokannya telat," tambah Jonan.

"Saya ada kok buktinya, saya ada fotonya, nanti saya kirim langsung ke Pak Menteri fotonya," jawab Ari.

"Loh kalo foto ya susah kami ngeceknya itu ada minyaknya atau enggak," kata Jonan.

Meski begitu, Jonan masih menanggapi masukan dari Ari. Dia akan memerintahkan Pertamina untuk melakukan pengecekan langsung ketersediaan BBM untuk program satu harga.

"Saya minta kepala unit kerja, BBM sati harga masih jalan. Kadang-kadang pasokannya telat. Saya akan minta GM Pertamina di sana untuk berkoordinasi dengab Ibu Ari," tutupnya.

(das/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com