Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 24 Jul 2019 22:13 WIB

BPH Migas Dorong Pertumbuhan Ekonomi Desa Melalui Mini SPBU

Alfi Kholisdinuka - detikFinance
Foto: Alfi Kholisdinuka/Detikcom Foto: Alfi Kholisdinuka/Detikcom
Jakarta - Kepala Badan Pengelola Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Fanshurullah Asa mengatakan guna mendukung kelancaran dan memenuhi kebutuhan BBM bagi masyarakat di pedesaan maupun wilayah terdepan, terluar dan terpencil (3T), dirinya mengusulkan membangun mini SPBU untuk menjamin ketersediaan BBM di masyarakat.

"BPH Migas mengusulkan pembangunan mini SPBU berbasis kecamatan dengan harapan untuk menjamin ketersediaan dan pendistribusian BBM kepada masyarakat pada wilayah wilayah yang belum mendapatkan penyalur," ujar Fanshurullah di Ruang Rapat Mendes, TPM Kalibata, Rabu (24/7/2019).

Fanshurullah menegaskan akan menerbitkan aturan terkait penentuan lokasi dan jarak antar penyalur dari mini SPBU agar setiap kegiatan usaha dapat terus berkembang hingga mendorong pertumbuhan ekonomi di masyarakat melalui keadilan energi ini.

"Hal ini kami usulkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di masyarakat melalui keadilan energi," imbuhnya


Hingga saat ini, kata Fanshurullah, masih terdapat 1.582 Kecamatan di wilayah 3T yang masih belum memiliki penyalur, namun dengan adanya program BBM Satu Harga hingga tahun 2024 yang direncanakan akan menambah total 330 penyalur sehingga tersisa sejumlah 1.252 Kecamatan di wilayah 3T yang belum dapat merasakan program BBM Satu Harga.

"Saya berharap kebutuhan akan BBM di 1.252 kecamatan tersebut justru dapat diperankan oleh BUMDES atau gabungan beberapa BUMDES dengan pengelolaan dana desa yang lebih terpadu, sehingga dampaknya akan terasa bagi masyarakat," jelasnya,

Menanggapi hal itu, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo menyambut baik usulan BPH Migas. Menurutnya ide tersebut akan membantu ketersediaan bahan bakar di berbagai daerah. Dia akan akan dibuat tim kecil sebagai langkah dalam merealisasikan rencana tersebut.

"Saya mengapresiasi sekali ide untuk membantu mengadakan ketersediaan bahan bakar ini, karena masih ada desa-desa yang memerlukan gas station, kalau bisa dipercepat ekonomi desa ini bisa lebih baik lagi. Kalau lihat dari komitmen BPH Migas, saya optimis," tegasnya.



Simak Video "Jaringan Gas Tekan Impor LPG Hingga Rp 216 M dalam Setahun"
[Gambas:Video 20detik]
(idr/idr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com