Transisi ke Tambang Bawah Tanah, Produksi Freeport Turun 50%

Trio Hamdani - detikFinance
Minggu, 28 Jul 2019 16:05 WIB
Foto: Angga Aliya ZRF
Mimika - Produksi mineral di Tambang Grasberg, Papua yang dikelola PT Freeport Indonesia (PTFI) turun sekitar 50%. Hal itu karena adanya transisi kegitan operasional tambang terbuka (open pit) ke tambang bawah tanah (underground) pada akhir 2019.

"Produksinya 40-50% berkurangnya," kata Presiden Direktur PTFI Tony Wenas di Tambang Grasberg, Papua, Minggu (28/7/2019).

Dia menjelaskan, saat ini tambang bawah tanah memang belum bisa beroperasi secara penuh sebelum tambang terbuka setop operasi secara total.

"Jadi produksi kita kan memang turun signifikan karena open pit-nya harusnya selesai dulu baru undergorund-nya bisa fully develop, sehingga memang ada penurunan produksi," jelasnya.


Meskipun begitu, dia memastikan dari sisi keuangan, PTFI masih tetap mencatatkan profit atau keuntungan.

"Dan dari segi keuangan sebenarnya kita masih tetap profitable, tapi kan kita perlu cash flow-nya untuk membiayai tambang bawah tanah," paparnya.


Di masa transisi ini, mayoritas hasil tambang berasal dari tambang bawah tanah. Sedangkan tambang terbuka hanya tinggal pengerukan sisa mineral yang ada.

"Dari total produksi sekarang ini sekitar 28 juta ton per tahun dari tambang bawah tanah. Sekarang Grasberg open pit-nya tinggal 11-12 juta. Sudah lebih banyak bawah tanah, karena open pit-nya tinggal sisa-sisanya saja," tambahnya.

Simak Video "Suasana Saat Penembakan di PT Freeport, 1 WNA Tewas"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/dna)