27 Kapal dan 800 Orang Keroyokan Atasi Tumpahan Minyak ONWJ

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Kamis, 01 Agu 2019 17:17 WIB
Blok ONWJ/Foto: Dok Pertamina
Jakarta - Upaya menanggulangi tumpahan minyak di lapangan migas offshore north west Java (ONWJ) di lepas pantai utara Jawa terus berjalan. Pertamina sebagai penanggung jawab telah mengerahkan 27 kapal dan 800 orang demi mengatasi masalah tumpahan minyak.

Selain itu juga sudah menyiapkan 7 lapis penahan tumpahan minyak di tengah laut.

"Kita lakukan penanggulangan minyak sampai 7 lapis agar dampak di hilir minimal. Kita sangat besar effortnya di tengah laut. Lebih dari 27 kapal dikerahkan dan 800 orang hari ini membantu," kata Nicke di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kamis (1/8/2019).


Menurut kini tumpahan minyak yang keluar akibat insiden di ONWJ sudah berangsur berkurang bahkan hanya tinggal 10%. Yang awalnya keluar 3.000 barel perhari, kini hanya 300 barel perhari.

Direktur Hulu Pertamina, Dharmawan H. Samsu menambahkan pihaknya akan menahan dan menyedot semua minyak di laut. Selain itu sudah disiapkan skimmer atau penyedot dengan bentuk kecil yang dibawah dengan helikopter dan bentuk besar yang ditarik kapal laut.

"Tujuh lapis yang dideploy, semua bentuknya oil boom untuk menahan dan mengejar oil spill. Kita juga ada helix skimmer dan giant octopus skimmer untuk ambil minyaknya," kata Darmawan.

Dharmawan menjelaskan tujuh lapis proteksi minyak yang dibuat pihaknya. Lapis pertama dengan mengelilingi anjungan sumur YY yang menjadi sumber tumpahan minyak, lalu lapis ke dua dan ke tiga digunakan untuk proteksi ganda agar tumpahan minyak tidak mengalir lebih jauh.


"Tujuh lapis yang di develop, layer satu di sekitar anjungan YY dipasang static oil bump agar oil tetap di anjungan, layer dua dynamic oil bump untuk kejar tumpahan yang lolos tahap pertama, layer tiga pengulangan layer ke dua" terang Dharmawan.

Selanjutnya, lapis keempat digunakan untuk melindungi anjungan di sebelahnya terkena tumpahan minyak. Lapis kelima, memasang oil boom di Tanjung Sedari dan Tanjung Bekasi.

Lapis keenam dipasang di sekitar Tanjung Bekasi, dan lapis terakhir berupa pantauan udara dan oil boom yang mobilitasnya tinggi untuk digunakan menangkap minyak yang sudah jauh mengalir.

"Layer tujuh berupa aerial surveillance, pantauan udara di beberapa wilayah pesisir utara, kalau ada minyak yang menyebar kita akan ambil," kata Dharmawan.

Simak Video "Premium Bakal Dihapus, Ini Tanggapan Warga"
[Gambas:Video 20detik]
(hns/hns)