Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 08 Agu 2019 14:41 WIB

MRT-PLN Berhitung Ganti Rugi Akibat Listrik Padam Massal

Trio Hamdani - detikFinance
Foto: Ari Saputra Foto: Ari Saputra
Jakarta - PT MRT Jakarta dan PT PLN (Persero) sedang melakukan hitung-hitungan untuk menentukan formulasi ganti rugi karena listrik padam pada Minggu (8/8). Akibat listrik padam, MRT Jakarta mencatat kerugian Rp 507 juta karena tak bisa beroperasi.

"Kemarin sudah ketemu sama dirutnya (MRT Jakarta) Pak William, dan tim kami dan timnya akan segera ketemu untuk memformulasikan," kata GM PLN Distribusi Jakarta Raya (Disjaya) Disjaya Ikhsan Asaad di PLTD Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (8/8/2019).

Dia menjelaskan besaran ganti rugi masih dalam proses penghitungan sesuai ketentuan dalam Service Level Agreement (SLA) antara MRT Jakarta dan PLN. Hari ini pun kedua belah pihak akan kembali melaksanakan pertemuan.


"Kalau pelanggan premium kan dia diberikan 2 sumber pasokan, tapi dia membayar lebih, kalau MRT itu dipasok dari dua pembangkit. Ini memang kemarin (2 sumber pasokan) semuanya fail sehingga kita harus berikan kompensasi. Hanya kita lagi ketemu ini, siang ini ketemu dengan timnya," jelasnya.

Pihaknya juga memberi penjelasan kepada MRT bahwa Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) di Senayan akan segera selesai dibangun. Itu akan menjadi pemasok listrik cadangan untuk MRT sehingga akan meningkatkan pelayanan ke moda transportasi massal tersebut.


"Kemarin saya sampaikan ke beliau kesiapan kami untuk mem-backup MRT ke depan," tambahnya.

Simak Video "Sidang Ikan Koi Mati Berlanjut, Petrus Yakin Menang Gugat PLN"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com