Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 08 Agu 2019 20:44 WIB

Hindari Tumpahan Minyak Lagi, Pertamina Percepat Bor Sumur Baru

Nurcholis Ma - detikFinance
Foto: Pertamina Foto: Pertamina
Jakarta - PT Pertamina Hulu Energi Offshore Northwest Java (PHE ONWJ) mempercepat pengeboran sumur baru relief well (RW) YYA-1RW yang berfungsi menutup sumur YYA-1.

VP Relations PHE ONWJ Ifki Sukarya mengatakan bahwa hingga saat ini, PHE ONWJ telah melakukan pengeboran sumur baru YYA-1RW yang sudah mencapai kedalaman sekitar 624 meter dari target 2.765 meter.

"Kami akan mengontrol sumur YYA-1 melalui sumur baru YYA-1RW ini sehingga nanti bisa secepatnya menutup sumur agar tidak lagi menumpahkan minyak," ujar Ifki dalam keterangannya, Kamis (8/8/2019).


Menurut Ifki, sumur baru dibor secara miring menuju lokasi lubang sumur YYA-1 hingga mencapai titik kedalaman tanah tertentu untuk menutup sumur YYA-1. Pengeboran sumur baru itu telah dimulai sejak Kamis (1/8/2019) pukul 14.00 WIB atau dua hari lebih cepat dari jadwal semula. Ia mengatakan bahwa pengeboran sumur relief well YYA-1RW merupakan upaya PHE ONWJ untuk menghentikan gelembung gas di sumur YYA-1 setelah selama satu minggu terakhir melakukan survei untuk menentukan titik sumur dan penempatan menara bor (rig).

"Pemilihan lokasi pengeboran sumur baru itu telah melalui kajian keamanan dari tiga aspek yakni HSSE, subsurface, dan seabed survey," imbuh Ifki.


Ifki juga mengatakan bahwa PHE ONWJ memakai perusahaan well control kelas dunia, Boots & Coots untuk mematikan sumur YYA-1. Menurutnya, perusahaan asal Amerika Serikat ini berpengalaman dan telah terbukti menghentikan insiden serupa sumur YYA-1 dengan skala jauh lebih besar di Teluk Meksiko.

Selanjutnya, setelah sumur baru YYA-1RW mencapai titik kedalaman sumur YYA-1 yang ditentukan, maka akan dipompakan lumpur berat dari sumur baru untuk mematikan sumur YYA-1.

"Nanti setelah sumur YYA-1 dinyatakan mati akan dilakukan monitoring selama 24 jam penuh sebelum dilanjutkan ke proses plug and abandon atau penutupan sumur secara permanen," ucap Ifki.

Lanjut Ifki, PHE ONWJ terus berupaya secara optimal menahan tumpahan minyak sumur YYA-1 agar tidak melebar ke perairan yang lebih luas. Salah satu strategi yang dilakukan yaitu dengan proteksi berlapis di sekitar anjungan serta mengejar, melokalisasi, dan menyedot ceceran minyak yang melewati batas sabuk oil boom di sekitar anjungan YYA-1.

Selain penanganan control sumur, PHE ONWJ juga melakukan penanganan oil spill di offshore dan onshore. Di offshore, penanganan dilakukan dengan menggunakan 4.200 meter static oil boom di layer pertama dan 400 meter static oil boom di layer kedua untuk mengejar minyak yang lolos IMT dan juga memasang moveable oil boom 700 meter.

Sebagai langkah antisipasi, IMT juga memasang satu set oil boom sepanjang 400 m di sekitar FSRU Nusantara Regas, 4 skimmer, dan 44 kapal. Sedangkan di onshore, penanganan dilakukan dengan menggunakan 2.670 meter oil boom di muara sungai dan pembersihan bersama dengan masyarakat dan pihak terkait.

Ifki mengatakan bahwa untuk mendapat infomasi mengenai penangangan sumur YYA-1, Pertamina membuka Media Center di Kantor PHE Tower Lt Mezanine. Jl TB Simatupang Kav 99, PS Minggu, Jakarta Selatan dan di Kantor Pusat Pertamina Gd Perwira 6, Lt 1 Jl Medan Merdeka Timur No.1A Jakarta Pusat. Adapun media update dilakukan setiap hari di Jam 11.00 WIB.

Simak Video "WNA Pekerja Proyek Kereta Cepat Tewas dalam Kebakaran Pipa Pertamina"
[Gambas:Video 20detik]
(mul/mpr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com